Anggaran Perekonomian Tahun 2018 Difokuskan untuk PON 2020

Jelang persiapan PON 2020 dan Papua sebagai tuan rumah maka banyak anggaran yang di pusatkan dalam mengejar untuk menyelesaikan venue bagi kepentingan ajang pekan olah raga terbesar di Indonesia.
Share it:
Anggota Komisi II DPRP, Mustakim HR
Jayapura, Dharapos.com
Jelang persiapan PON 2020 dan Papua sebagai tuan rumah maka banyak anggaran yang di pusatkan dalam mengejar untuk menyelesaikan venue bagi kepentingan ajang pekan olah raga terbesar di Indonesia.

Hal juga tentunya berdampak pula pada perekonomian di Papua yang menjadi dasar untuk menunjang jalanya PON 2020.

Berkaitan dengan itu, dari  hasil rapat Komisi II DPR Papua dengan mitra memang terungkap disana bahwa rencana anggaran masing-masing SKPD di tahun 2018 mengalami perubahan berkisar antara 15 - 30 persen.

Mustakim HR selaku anggota Komisi II DPRP yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui untuk anggaran tahun 2018, Pemerintah fokus kepada penyelesaian infrastruktur, mengingat bahwa Papua di tahun 2020 mendatang menjadi tuan rumah PON.

“Intinya, sebagian besar anggaran di tahun 2018 ini fokus di penyelesaian venue-venue dari PON itu sendiri,” terangnya.

Meski diakuinya pula, hingga saat ini, Inpres dari pembangunan itu sendiri belum turun, namun begitu Pemprov Papua tidak mau menunggu mengingat waktu tinggal dua tahun lagi.

“Oleh karena itu, di dua tahun ini semua venue dalam persiapan PON itu harus  bisa selesai,” cetus Mustakim.

Ia mengingatkan Komisi II yang membidangi rumpun ekonomi mulai sekarang sudah harus mempersiapkan diri .

“Karena rumpun ekonomi itu adalah ujung tombak dari pembangunan dari daerah ini dan akan dimulai di tahun 2018 nanti. Jadi sudah harus matang dalam perencanaan ketahanan pangan itu sendiri,” imbuh Mustakim.

Menurutnya, untuk sektor ekonomi ini, pihaknya telah  mempersiapkan dari guna menjawab kebutuhan  PON.

Misalnya dari Dinas Peternakan mulai hari ini sudah harus mempersiapkan hewan-hewan yang bisa memproduksi daging, seperti sapi  dan kambing.

''Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang maka nanti pada waktunya kita keteter karena tidak akan mungkin  kita mendatangkan daging dari luar,karena daging dari luar itu sangat rentan sekali dan beresiko,” sambung Mustakim.

Ia juga menambahkan, Dinas Peternakan maupun Pariwisata  berperan penting.

Karena sektor pariwisata  pada pelaksanaan PON 2020  diprediksi nanti presentasinya mencapai  60-40. Artinya, 40 itu adalah para atlet dan 60 nya para pelancong yang mendampingi peserta/atlet dari masing-masing daerah itu sendiri.

''Nah ketika yang 60  persen ini, pasti akan  terfokus untuk refresing seperti melihat obyek-obyek wisata yang ada di Papua.  Tetapi akan lebih melonjak lagi pariwisata ini ketika tim unggulan dari masing-masing daerah itu tidak lolos atau tidak bisa melanjutkan ke pertandingan berikut karena gugur. Dengan sendirinya akan menjadi melancong untuk pariwisata,” bebernya.

Begitu pula Dinas Koperasi, agar mulai dari  sekarang harus  mulai melakukan terhadap pembinaan para usaha kecil maupun menengah baik itu di industri-industri rumah tangga yang di sertai dengan promosi produk-produk unggulan yang non kehutanan seperti Anggrek Papua, madu dan Kopi khas Papua.

Sehingga semua sektor yang di drop , terhitung dari pembibitan ekonomi harus mempersiapkan  dari sekarang.

“Mungkin juga produksi dari buah merah kemudian pembuatan noken, pembuatan cendera mata-yang motifnya adalah khas Papua,'' tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga