DP3AKB Biak Gelar Peningkatan SDM Pendamping Korban Kekerasan

Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pendamping korban kekerasan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Biak Numfor, dilaksanakan di Hotel Mapia, Biak, Kamis (9/11).
Share it:
Kepala Dinas DP3AKB Biak Numfor, Evie Fakdawer 
Biak, Dharapos.com
Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pendamping korban kekerasan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Biak Numfor, dilaksanakan di Hotel Mapia, Biak, Kamis (9/11).

Kepala Dinas DP3AKB setempat, Evie Fakdawer menjelaskan bahwa  mengalami kekerasan dalam rumah tangga di kabupaten Biak Numfor adalah fenomena sosial yang terjadi dari hari ke hari.

Tak di pungkiri pula, bahwa kebanyakan dari pelaku kekerasan itu adalah orang terdekat dalam keluarga.

“Oleh sebab itu, harus diberikan efek jera,” tegasnya.

Diakui Evie, memberikan efek jera dalam rangka pendampingan hukum itu merupakan sesuatu yang tidak gampang karena memang pelakunya adalah kerabat – kerabat terdekat dalam rumah itu sendiri.

“Berkaitan dengan korban, pelakunya bisa bapak sendiri atau siapa saja yang masih ada hubungan kekerabatan dengan korban,” akuinya.

Karena itu, bagi pendamping-pendamping yang mengikuti kegiatan ini, harus memahami benar tugas dan tanggung jawabnya sehingga terhindar dari pemahaman “mencampuri urusan rumah tangga”.

“Bagaimana melakukan pendampingan terhadap korban itu perlu pelatihan untuk memiliki ketrampilan khusus, sehingga melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan baik itu anak atau perempuan atau tidak menutup kemungkinan laki-laki yang menjadi korban, akan memberi kepercayaan kepada pemerintah,” lanjut Evie.

Menurutnya, apabila ada  kasus kekerasan yang terjadi yang harus tangani oleh dinasnya, tidak serta merta harus langsung disesuaikan ke ranah hukum.

Tetapi kasus itu harus dilihat terlebih dahulu sehingga ada keseimbangan informasi yang didapat dari kedua belah pihak, yakni pihak korban maupun pihak pelaku.

“Dan juga ada masa jedah yaitu memberi ruang kepada si pelapor untuk memilih prosesnya dilakukan secara hukum ataukah  diselesaikan secara kekeluargaan saja, dan penyelesaian secara kekeluargaan pun bisa dilakukan lewat Binmas Polres atau  juga lewat lembaga adat,” sambungnya.

Tahun 2015-2016, sesuai data DP3AKB Biak, korban perempuan sebanyak 92 kasus dan laki-laki sebanyak 17 kasus sementara anak sebanyak 47 kasus.

Sementara tercatat 110 kasus yang menjadi data koalisi DP3AKB dengan Polres Biak Numfor.

Dari 110 kasus ini tidak kesemuanya di giring ke rana hukum tetapi banyak yang diselesaikan secara kekeluargaan.

(Hend-Dk)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga