Oktober 2017, NTP Provinsi Papua Turun 0,04 Persen

Bulan Oktober 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua turun 0,04 persen dengan indeks sebesar 93,71 persen.
Share it:
Kepala BPS Papua, Simon Safari saat menyampaikan pernyataan pers
Jayapura, Dharapos.com
Bulan Oktober 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua turun 0,04 persen dengan indeks sebesar 93,71 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Simon Safari dalam pernyataannya, Kamis (2/11), mengakui penurunan terjadi karena perubahan indeks harga di terimah petani (It) lebih kecil dari indeks harga dibayar petani (lb)

Dijelaskan pula, NTP Provinsi Papua pada bulan Oktober 2017 mencakup 5 subsektor yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 86,68 persen, dan NTP Subsektor Holtikultura (94,88 persen).

Kemudian, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (101,41 persen), NTP Subsektor Peternakan (98,74 persen) dan NTP Perikanan sebesar 97,89 persen.

Sedangkan, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap sebesar 103,35 persen dan NTP Perikanan Budidaya 82,91 persen.

Sementara itu, NTP Nasional Oktober 2017 sebesar 102,78 persen atau mengalami kenaikan 0,54 persen.

Dari 33 provinsi, tercatat 27 Provinsi mengalami kenaikan NTP dan 6 Provinsi mengalami penurunan NTP dimana Jambi tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 1,52 persen sedangkan Bangka Belitung tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu -2,12 persen.

“Untuk inflasi Pedesaan Papua Oktober 2017 tercatat mengalami deflasi 0,38 persen,” rincinya.

Sedangkan secara nasional, 11 Provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 22 Provinsi Iainnya terjadi deflasi pedesaan.

Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Banten sebesar 0,96 persen sedangkan Deflasi pedesaan terbesar terjadi di Gorontalo sebesar -1,80 persen

Ditambahkan Simon untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua pada Oktober 2017 adalah 112,06 atau turun -0,24 persen.

Berdasarkan Subsektor, sebanyak 3 (tiga) subsektor mengalami penurunan indeks seperti subsektor Hortikultura turun 1,62 persen,subsektor Peternakan turun 0,25 persen dan subsektor Perikanan turun 0,17 persen.

Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan adalah subsektor Tanaman Pangan naik 0,71 persen dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 0,20 persen

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga