Pemkot Gelar Kegiatan Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik

Bertempat di Hotel Sahid Papua, Pemerintah Kota melalui Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Setda Kota Jayapura melaksanakan kegiatan Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik, Senin (20/11).
Share it:
Pembukaan sosialisasi yang ditandai pemukulan tifa secara bersama-sama 
Jayapura, Dharapos.com 
Bertempat di Hotel Sahid Papua, Pemerintah Kota melalui Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Setda Kota Jayapura melaksanakan kegiatan Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik, Senin (20/11).


Maksud dan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini, sesuai laporan Kabag Ortal Mina E. Waromi, S.Sos, M.Si, guna mengevaluasi  inovasi semua pelayanan publik dari masing-masing OPD di lingkup Pemkot Jayapura.

Kemudian, menyiapkan inovasi pelayanan publik yang diterapkan Pemkot untuk diikutisertakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat nasional.

Sosialisasi di ikuti peserta dari tiap-tiap OPD di lingkup Pemkot sebanyak 80 orang, dengan narasumber dari Kementrian PAN-RB masing- masing Kepala Sub Bidang Pemantauan dan Evaluasi Kebijakan Publik Wilayah III-2 Kementrian PAN-RB, Yenni A. SIhotang, S.IP, MM dan Analisis Pelayanan Publik Rizky Amelia Ayuningtyas, S.Hum.

Materi yang disajikan antara lain, Evaluasi Pelayanan Publik 2017, Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan Publik untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Transfer Inovasi Pelayanan Publik dan Penyusunan Proposal Inovasi Pelayanan Publik.

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM, dalam sambutannya mengatakan inovasi-inovasi baru dilahirkan untuk mendukung pelayanan publik kepada masyarakat.

“Dalam melakukan pelayanan publik kepada masyarakat harus dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) juga standar pelayanan minimum. Kemudian,  melakukan pengukuran terhadap apa yang akan kita kerjakan,” ungkapnya.

Dalam melaksanakan itu, tentu berpedoman pada 3 fungsi besar pemerintah yaitu fungsi pelayanan, pengaturan dan fungsi pengawasan.

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menyampaikan sambutan
“Tiga hal ini sudah kita lakukan di kota hingga distrik dan kelurahan dan bukan di dinas saja, serta dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien,” urainya.

Terkait itu, Wali Kota juga meminta kepada pihak Kementrian PAN-RB untuk membeberkan apa yang menjadi standar penilaian terhadap inovasi pelayanan publik, agar di 2018 mendatang Pemkot bisa mengikuti penilaian tersebut.

“Tentu untuk karekater di Papua tidak sama dengan di pulau Jawa. Dan itu juga menjadi satu inovasi bagaimana seorang pemimpin, dengan karakter budaya orang Papua yang keras, tapi bisa merubah mereka untuk mengikuti apa yang kita lakukan,” sambungnya.

Salah satu contoh, kampung wajib administrasi kependudukan yang  5 tahun lalu sudah di lakukan, begitu pula merubah karakter untuk bisa menjadikan kota ini menjadi bersih, sehingga mampu meraih penghargaan Adipura.

“Intinya tujuan kita bekerja untuk melayani masyarakat ,sehingga sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai inovasi dan kreatif untuk merubah organisasi itu, sehingga sanggup melakukan pelayanan publik yang prima,” tandas Wali Kota.

Dituntut juga kinerja yang pada akhirnya nanti diukur, terdapat keberhasilan dan kesejahteraan.

Ditambahkan Wali Kota, sudah banyak inovasi yang di lakukan Pemkot, namun masih banyak juga yang belum, atau juga sudah banyak inovasi yang dilakukan di tiap OPD, tapi tidak dilaporkan ke bagian Ortal.

Atau mungkin juga inovasi OPD sudah di laporkan ke ORTAL, tapi tidak melanjutkan ke Menpan RB.

“Penghargaan yang di terima adalah hasil keringat saya dan OPD serta seluruh karyawan dan karyawati Pemerintah Kota Jayapura seperti 4 kali meraih opini WTP terhadap laporan keuangan bukan di beli dengan uang , sehingga tahun depan akan dipertahankan,” tukasnya.

Hadir pada pembukaan sosialisasi yang ditandai pemukulan tifa oleh Wali Kota, sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemkot Jayapura.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga