Pemkot Targetkan Penanganan Frambusia Tuntas 2019

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar kegiatan Advokasi Sosialisasi dan Pelaksanaan Evaluasi Frambusia pada Daerah dengan Riwayat Endemis (Survei Serologi Frambusia), Rabu (8/11).
Share it:
Wawali Ir. H. Rustan Saru, MM saat menyampaikan sambutannya kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan
Pelaksanaan Evaluasi Frambusia pada Daerah dengan Riwayat Endemis , Rabu (8/11)
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar kegiatan Advokasi Sosialisasi dan Pelaksanaan Evaluasi Frambusia pada Daerah dengan Riwayat Endemis (Survei Serologi Frambusia), Rabu (8/11).

Kegiatan ini memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa Pemkot menargetkan penanganan penyakit Frambusia akan selesai pada tahun 2019 sebagaimana yang ditargetkan dalam program nasional.

Upaya ini harus terus dikembangkan melalui pendekatan-pendekatan, serta pendataan ke lapangan dan perlu memberikan informasi kepada masyarakat kota.

“Karena Frambusia merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya,” cetusnya saat dikonfirmasi seusai kegiatan,di gedung Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura.

Pemkot Jayapura menyambut baik program dari Kementrian Kesehatan RI yang diterjemahkan Dinas Kesehatan setempat.

“Lewat advokasi ini maka kita lakukan juga pencegahan, pendampingan sosialisasi dan pendataan sekaligus proses penyembuhan hingga 2019,” tandasnya.

Pasalnya, data yang disampaikan untuk penderita penyakit Frambusia di Kota Jayapura juga berubah-ubah setiap tahunnya dan belum selesai sehingga targetnya sesuai program nasional bahwa  2019 sudah harus tuntas .

Foto bersama sesuai pembukaan kegiatan
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jayapura, Arif Dwi Darmanto dalam laporannya mengatakan
Frambusia merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Bakteri Treponema Pallidum, yang ditularkan melalui kontak langsung dari cairan luka penderita ke luka terbuka pada orang yang sehat.

“Dan bisa menyerang anak kurang dari 15 tahun yang tinggal di daerah dengan sanitasi lingkungan yang akses air bersihnya sangat buruk,” urainya.

Lanjut Kadis, Kota Jayapura merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua yang masih ditemukan kasus Frambusia.

Ia merincikan, tahun 2012 ditemukan 195 kasus frambosia dan meningkat di tahun 2013 sebanyak 222 kasus.

Kemudian pada 2014 ditemukan sebanyak 127 kasus frambusia, 2015 (101 kasus) serta 2016 ditemukan 85 kasus Frambusia.

“Olehnya itu dibutuhkan bimbingan, dukungan dan komitmen yang kuat dari seluruh sektor terkait di level Pemerintahan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota,” tandasnya.

Perlu diinformasikan juga kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan sosialisasi terkait data terkait dibeberapa kawasan di Kota Jayapura yang berdampak terhadap penyakit frambusia.

Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan dan Tenaga Kerja turut hadir pada kegiatan tersebut, serta Anggota Komisi III DPR Papua, Ny. Christin Mano L.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga