Satgas Terpadu TNI-Polri Berhasil Evakuasi Warga 2 Kampung

Tim Satgas Terpadu TNI – Polri akhirnya berhasil mengevakuasi warga masyarakat yang terisolir di Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura.
Share it:
 Proses pembebasan 346 warga sipil dari Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura, Jumat (17/11)
Timika, Dharapos.com
Tim Satgas Terpadu TNI – Polri akhirnya berhasil mengevakuasi warga masyarakat yang terisolir di Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura.

Meski sempat diwarnai kontak senjata Satgas Terpadu dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), warga sebanyak 346 orang yang mayoritas non Papua berhasil dievakuasi dari dua lokasi masing- masing dari kampung Kimbeli laki-laki sebanyak 104 orang, Perempuan (32) dan anak-anak 14 orang.

Sedangkan dari Kampung Longsoran, laki-laki sebanyak 153 orang,  perempuan (31) dan anak-anak 10 orang.

Sementara dari Kampung Banti, warga yang juga penduduk asli Papua memilih untuk tetap bertahan dan menolak di evakuasi.  Rata-rata dari mereka adalah yang lahir dan besar di Kimbeli, tidak mau dibawa ke Mimika.

Meski demikian, mereka meminta perlindungan dari Satgas Terpadu TNI – Polri untuk tetap berada di kampung tersebut sampai situasi kembali aman dan kondusif.

Walaupun ada beberapa warga asli Papua yang memutuskan ikut dievakuasi karena keluarganya berada di Mimika.

Adapun kronologis pembebasan masyarakat di dua kampung tersebut, sekitar puķul 09.30 WIT, Kimbeli dan Banti sudah bisa dikuasai Satgas yang dipimpin Dansat Brimob Polda Papua.

Satgas berhasil memukul mundur KKB yang sebelumnya berada di kawasan tersebut.

Pukul 11.00 WIT, Kapolda Papua bersama Asops Kapoĺri, Pangdam XVII/Cendrawasih dan beberapa petinggi TNI – Polri berhasil masuk Banti dan bertemu dengan warga.

Selanjutnya tim melakukan proses evakuasi para warga ke Tembagapura.

Kontak senjata sempat terjadi antara Satgas dan KKB pada saat proses pembebasan 346 warga sipil dari Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura.

“Saat evakuasi sempat terjadi kontak senjata namun tak ada yang terluka baik dari aparat maupun warga,” ungkap Kapolda Papua, Irjen Polisi Boy Rafli Amar, Jumat (17/11).

Lanjutnya, sebanyak 346 warga sipil yang sebagian besar masyarakat non Papua berhasil dibebaskan termasuk di dalamnya terdapat 23 anak-anak dan proses evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki selama sekitar empat jam hingga tiba di Polsek Tembagapura.

Setibanya di Mapolsek Tembagapura, ratusan warga sipil tersebut langsung dibawa ke Sporthall Tembagapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Timika.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga