Soal Noken Motif Bintang Kejora, Wali Kota : Kita Harus Jujur Bicara

“Tadi juga dengan mama, saya sudah membeli noken dua”,.....
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menanggapi aksi para pendemo soal izin miras 
“Tadi juga dengan mama, saya sudah membeli noken dua”,.....

“Tadi juga dia ada jual dua noken yang bermotif bintang kejora, saya minta supaya tidak boleh lagi memperbanyak”,..... 

“Tapi ibu ini sangat mengerti sekali, karena dia sudah membeli benang dan dia harus menjualnya, dan dia sudah tahu”,.....

“Dan teman-teman juga sudah memperingatkan dia apa yang Bapak Walikota sampaikan”.... 

Di atas adalah beberapa kutipan asli pernyataan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dengan sejumlah wartawan, usai memberikan penjelasan kepada mama penjual noken di emperan toko depan Hotel Yasmin, Jumat (13/10) lalu.

Sementara hasil kutipan asli wawancara awalnya,

“Dan saya minta jangan ada lagi masyarakat saya yang menjualkan togel di depan-depan toko ini  (pertokoan depan hotel Yasmin, red)”..... 

“Tidak boleh, kita orang percaya dan saya menegur mereka untuk tidak lagi menjual togel, itu di larang Tuhan” .....

“Dan juga mama tadi saya sudah diskusi dengan mereka, kalau boleh jangan berjualan di sini, tapi masuk di pasar, kalau pasar mama Papua sudah jadi kita harus menempatkan mereka di sana karena tempat ini harus steril, bersih”.

Terkait itu, Wali Kota menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarang  untuk menjual noken dengan motif “Bintang Kejora”.

Penegasan tersebut disampaikannya kepada para pendemo, saat melakukan aksi menuntut Pemerintah kota untuk mencabut izin miras di Kota Jayapura, Senin (30/10).

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melarang untuk menjual noken bermotif Bintang Kejora,” tegasnya.

Setelah ditelusuri, berdasarkan hasil kutipan wawancara asli di atas pada 13 Oktober lalu, ternyata tidak ada kalimat ”melarang“.

Sedangkan kalimat “dilarang” yang diucapkan adalah “Jangan menjual togel” dan “Jangan berjualan di sekitar emperan toko, depan hotel Yasmin”.

Wali Kota dalam pernyataannya dimaksudkan untuk mengklarifikasi pemberitaan JUBI, salah satu media harian lokal di Kota Jayapura yang mengusung moto “Jujur Bicara”.

Berita yang disiarkan pada tanggal 13 Oktober lalu berjudul “Jayapura larang Noken motif Bintang
Kejora” menyebutkan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta agar mama-mama penjual Noken tidak menjual noken bermotif Bintang Kejora.

“Kalau jujur bicara, bukan berarti harus memutar balikan kata. Karena dalam percakapan saya dengan mama penjual noken saat saya membeli noken bermotif Persipura, saya tidak melarang untuk menjual noken bermotif Bintang Kejora,” bebernya.

Orang nomor satu di Provinsi Papua ini pun menyesalkan akibat pemberitaan “Hoax” bernada hasutan tersebut langsung mempengaruhi mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) untuk melakukan aksi demo di depan kampus tersebut.

Aksi para calon pemimpin bangsa yang sudah termakan hasutan ini akhirnya berujung pada larangan kepada Wali Kota memasuki kampus Uncen.

“Apa yang di publikasikan oleh koran JUBI ini tentu sudah menjatuhkan nama baik saya sebagai seorang kepala daerah yang sementara memimpin kota ini. Sementara mama penjual noken yang saya temui 100 persen mendukung saya sebagai Wali Kota,” sesalnya.

Olehnya itu, putra asli Port Numbay ini pun meminta kepada para mahasiswa yang melakukan aksi demo di kantor Wali Kota beberapa hari lalu agar dapat menjelaskan kepada rekan-rekan mereka secara baik sehingga tidak terjadi kesalahapaham.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga