Terima Kasih Guru Satgas Atas Pengabdianmu di Perbatasan RI-PNG

Sejak bertugas di perbatasan RI - PNG, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Yonif 410/Alugoro selalu aktif dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom mempercepat pembangunan di berbagai bidang, baik pembangunan fisik maupun non fisik.
Share it:
Sejak bertugas di wilayah perbatasan, Satgas selalu aktif di bidang pendidikan, seperti Serda Tri Afriyadi
yang bertugas menjadi guru bantu di SD Inpres Sawiyatami, Distrik Arso, Kabupaten Keerom
Keerom, Dharapos.com
Sejak bertugas di perbatasan RI - PNG, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Yonif 410/Alugoro selalu aktif dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom mempercepat pembangunan di berbagai bidang, baik pembangunan fisik maupun non fisik.


Salah satunya, membantu penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya guna sehingga mampu bersaing di tingkat daerah, nasional maupun internasional melalui dunia pendidikan.

Sejak awal bertugas di wilayah perbatasan, Satgas selalu aktif di bidang pendidikan, seperti Serda Tri Afriyadi yang bertugas di Pos Sawiyatami menjadi guru bantu di SD Inpres Sawiyatami, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Hari Senin, Rabu dan Jumat menjadi jadwal Serda Tri untuk mata pelajaran IPA, Matematika dan Pendidikan  Kewarganegaraan (PKN) bagi kelas 5 dan 6.

"Selain mengajar sesuai jadwal yang ada, kami juga membantu mengajar kelas lain bila ada guru yang berhalangan mengajar. Dan kami selalu siap dipanggil kapan pun (bila ada salah satu guru berhalangan)," ungkapnya.

Perlu diketahui, jarak Pos dengan SD Sawiyatami sekitar 5 km, sedangkan mereka tidak punya kendaraan operasional untuk ke lokasi sekolah.

"Kalau kami mau berangkat ke sekolah kami cari tumpangan sedapatnya, terkadang numpang truk proyek, truk kayu terkadang roda dua (sepeda motor), pokoknya sedapatnya saja," lanjut Serda Tri.

Kerelaan guru bantu dari personel Satgas diakui sangat membantu pihak sekolah sebagaimana diungkapkan, Tri Narto Guru kelas 4.

"Sangat membantu sekali Bapak ini. Saya lihat selama ini cara mengajarnya bagus," jawabnya singkat.

Diakuinya Narto, awalnya anak-anak takut diajar Satgas, tetapi sekarang malah senang, karena personel Satgas pandai merayu anak-anak.

“Seperti saat datang mengajar, mereka bawa gula-gula (permen) atau buku untuk hadiah," pujinya.

Ditambahkan pula, baru kali ini ada Satgas yang mau terjun langsung di dunia pendidikan di perbatasan menjadi guru bantu.

"Satgas sebelumnya belum ada yang mengajar, baru kali ini. Harapan kami, nanti bisa dilanjutkan oleh Satgas pengganti," tambah Narto.

Lokasi SD Inpres Sawiyatami, Distrik Arso, Kabupaten Keerom
Para siswa juga mengaku senang di ajar oleh Satgas, meskipun awalnya takut seperti yang disampaikan Simon Tekam.

"Enak mengajarnya, sabar dan tidak pernah marah-marah," jawabnya singkat seraya mengaku jika pelajaran yang disukainya yaitu IPA baru saja mendapat  nilai 8.

Pantauan di lokasi sekolah, kondisi lingkungan sekolah terbilang lumayan bagus, namun para siswanya banyak yang tidak memakai sepatu tetapi sandal jepit, bahkan ada yang tidak pakai alas kaki sama sekali.

"Harapannya kami pada Pemerintah untuk bantuan seragam bagi anak-anak, alas kaki (sepatu), masyarakat sini rata-rata miskin semua," pinta Edmon Kojongian, Am.Pd yang juga salah seorang guru setempat.

Kepala SD Inpres Sawiyatami Zakaria Ondi menyampaikan terima kasih pada Satgas Yonif 410/Alugoro.

Sebagai pimpinan, dirinya menyampaikan terima kasih pada Yonif 410/Alugoro yang mana telah membantu pihaknya dengan menyumbangkan tenaganya walaupun tak diberi imbalan apa-apa.

"Semoga anak-anak kami (para murid) melihat contoh baik dari Bapak-Bapak (personel Satgas), dan menjadi pemuda-pemudi bertanggung jawab, bisa mempertahankan bangsa ini,"  harap Zakaria lagi.

Dansatgas Yonif 410/Alugoro Letkol Inf M Heri Amrullah, S.Sos. menyampaikan bahwa Satgas siap mendharmabaktikan dirinya pada masyarakat perbatasan, khususnya di dunia pendidikan.

“Dari awal penugasan, kami perintahkan seluruh jajaran untuk aktif mengajar di perbatasan,” cetusnya.

Dari home base mereka sudah dibekali tata cara mengajar yang efektif dan efisien dari Dinas Pendidikan, sehingga anak-anak didik mudah menerima apa yang disampaikan.

“Saya selaku Dansatgas memberi apresiasi pada personel Pos Sawiytami yang selama ini telah menjadi Guru bantu di SD,” ucap Dansatgas.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga