Wali Kota Ingatkan Ondoafi Jaga Ciptaan Tuhan

Forum Diskusi Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay berlangsung di Grand Abe Hotel, Selasa (14/11).
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menyampaikan sambutan
Jayapura, Dharapos.com
Forum Diskusi Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay berlangsung di Grand Abe Hotel, Selasa (14/11).


Dalam sambutan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menegaskan Tuhan telah memberikan tanah ini kepada para Ondoafi untuk menjaga dan melindungi tanah, air, hutan yang diciptakan-Nya agar menjadi berkat bagi kampung-kampung.

“Titipan Tuhan ini harus diatur, dijaga dan dikelola dengan baik. Tidak boleh ada perselisihan, pemalakan hingga penyerobotan dan mengambil yang bukan miliknya,” tegasnya.

Terkait dengan itu, Wali Kota mengakui pernah diingatkan para orang tua-tua kepadanya agar hati-hati dan harus diatur dengan baik agar menjadi berkat bagi suku dan margamu.

“Artinya dengan berkat yang Tuhan berikan untuk anak Port Numbay baik itu sungai dan kali maupun hutan dan tanah agar dikelola, dijaga dan dipelihara demi anak cucu kita. Karena jika tanah tersebut tidak dikelola dengan baik maka dikhawatirkan ke depan pemilik tanah sendiri akan tinggal di rumah kos atau kontrakan,” cetusnya.

Kepada peserta sosialisasi Wali Kota juga menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara dengan Komisi A DPRD setempat yang diketuai Mukri Hamadi terkait keberadaan tanah yang tidak boleh hilang karena tanah tidak akan basi.

“Karena itu, saya ingin mengajak untuk merubah mindset atau cara berpikir kita kalau bangun di sini saya dapat berapa dari tanah ini karena tanah ini bukan milik kita,” cetusnya.

Penabuhan tifa secara bersama-sama menandai pembukaan forum diskusi
Pada kesempatan tersebut Wali Kota juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Ondoafi yang telah memberikan kota dan menyerahkan tanah  ini sebagai ibukota Provinsi Papua.

Diakuinya, seiring pertumbuhan manusia yang begitu pesat dan pembangunan yang begitu maju membuat orang-orang di kampung termarjinalkan atau bahkan tersingkir akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang begitu cepat.

“Ini tentu menjadi satu resiko karena kita telah memberikan tanah ini untuk dijadikan sebagai ibukota Provinsi Papua,” sambungnya.

Terhadap itu pula, menurut Wali Kota, seharusnya Pemerintah Provinsi Papua juga menghargai para Ondoafi, dengan memberikan porsi-porsi khusus karena kota ini milik mereka.

Ia juga memastikan telah membuka jalan bagi anak-anak Port Numbay  agar nantinya bisa menggantikan dirinya memegang tampuk kepemimpinan lima tahun berikutnya atau bahkan 10 tahun ke depan.

Sementara itu, tujuan kegiatan sebagaimana yang dilaporkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kota, Daniel Mano  adalah terwujudnya kesepahaman tentang tugas dan fungsi masyarakat adat yang ada di 10 kampung adat.

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat adat sebagai mitra kerja Pemerintah dalam proses penyelenggaraan, pemerintahan dan pembangunan kepada masyarakat.

Peserta sosialisasi berasal dari 10 kampung adat sementara narasumber selain berasal dari Dinas PMK kota Jayapura, juga dari tim fasilitas yang disampaikan, Jance Kambuaya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga