Wali Kota - Kapolres Jadi Pemateri di Raker I Klasis GKI Jayapura

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Marison Tober Sirait, SIK hadir sebagai pemateri dalam Rapat Kerja I Klasis GKI Jayapura yang bertempat di Gedung GKI Sion Jemaat Dok VIII, Jumat (17/11).
Share it:
Wali Kota dan Kapolres foto bersama usai menjadi pemateri di Raker I Klasis GKI Jayapura
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Marison Tober Sirait, SIK hadir sebagai pemateri dalam Rapat Kerja I Klasis GKI Jayapura yang bertempat di Gedung GKI Sion Jemaat Dok VIII, Jumat (17/11).

Dalam sesi tanya jawab bersama peserta raker I terkait arah dan strategi Pemerintah dalam membangun Kota Jayapura periode 2017-2022, Wali Kota mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) ASN Kota wajib menggunakan noken pada hari Rabu dan memakai batik setiap hari Jumat.

“Selain itu terkait dengan visi Pemerintah Kota tentang kearifan lokal, saya sudah sampaikan himbauan agar dalam setiap acara atau pertemuan-pertemuan diwajibkan menyediakan bahan pangan lokal,” rincinya.

Selanjutnya, untuk program Pemkot lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  bersama Dinas Sosial akan memberikan bantuan pembangunan rumah khusus untuk orang Port Numbay di kampung termasuk pembangunan untuk orang Papua dan non Papua.

Wali Kota juga menghimbau kepada semua peserta raker I dan juga para Hamba Tuhan untuk berdoa bagi Kota Jayapura agar tetap aman dan damai.

“Sehingga tercapai visi misi kita di bawah naungan moto Satu Hati Membangun Kota untuk Kemuliaan Tuhan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Jayapura Kota AKBP Marison Tober Sirait, SIK dalam paparan materinya menekankan masalah toleransi dan radikalisme.

“Saya mengharapkan seluruh masyarakat Papua walaupun ancaman yang datang, kita harus tetap yakin dan membentengi diri dengan Injil yang kita percayai agar tidak terprovokasi dan tidak menjadi pelaku-pelaku radikalisme yang baru,” imbuhnya.

Kapolres juga menyinggung soal masalah yang terjadi di Padang Bulan beberapa bulan lalu.

“Kita sebagai umat Kristen harus tetap menahan diri karena sudah tertulis di dalam firman Kasihilah musuhmu, dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena itu, kita tidak perlu membalasnya,” tandasnya.

Masalah tersebut sudah dilimpahkan ke pihak berwajib untuk ditangani sesuai hukum yang berlaku.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga