Angkasa Pura I Inisiasi CCD Dukung Pengembangan Pariwisata Biak

Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Biak Numfor, PT. Angkasa pura I (Persero) Cabang Bandara Biak menginisiasi kegiatan Collaborative Destination Development (CDD) berformat Focus Group Discusion (FGC).
Share it:
PT. Angkasa pura I (Persero) Cabang Bandara Biak menginisiasi kegiatan CCD berformat
Focus Group Discusion (FGC) yang turut di hadiri Plt. Bupati, Herry A. Naap
Biak, Dharapos.com
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Biak Numfor, PT. Angkasa pura I (Persero) Cabang Bandara Biak menginisiasi kegiatan Collaborative Destination Development (CDD) berformat Focus Group Discusion (FGC).

Sebagaimana siaran pers yang diterima Beritapapua.Dharapos.com, kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Biak Numfor ini diselenggarakan pada di Asana Aerotel Irian, Biak, Kamis (30/11) dengan mengangkat tajuk “Discover the Nature and Culture of Biak Island”.

Kegiatan ini melibatkan instansi Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Biak Numfor, maskapai, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Indonesia Tours and Travel Agent (ASTA), serta pelaku usaha di bidang pariwisata lainnya.

Perlu diketahui, CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015.

CDD bertujuan untuk mendukung  pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“CDD di Biak ini merupakan upaya untuk menciptakan sinergi antara Pemerintah daerah, pelaku bisnis, komunitas dan akademisi dalam menggali dan meningkatkan potensi bisnis dan pariwisata Biak Numfor,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Angkasa Pura (Persero) Wendo Asrul Rose.

Pada 2016 lalu, lanjut dia, jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 46.190 orang dan 1.169 wisatawan international.

“CDD ini diharapkan dapat membantu pencapaian terget kedatangan wisatawan domestik  sebanyak  500.122 orang dan 110.113 wisatawan mancanegara pada 2022,” kata Wendo.

Sedangkan untuk pergerakan penumpang Bandara Frans Kaisiepo Biak ditergetkan dapat mencapai 1.567.144 penumpang pada 2022 dari 406.516 penumpang pada 2016 lalu.

Pada 2017, pergerakan penumpang ditargetkan dapat mencapai 1.567.114 penumpang pada 2022 dari 406.516 penumpang pada 2016 lalu.

Sementara 2017, pergerakan penumpang ditargetkan dapat mencapai 500.000 orang.

Dikatakan Wendo, Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata yang masih bisa dioptimalkan lagi pengelolaannya sehingga dapat menarik perhatian para wisatawan.

Selain memiliki potensi wisata alam bahari seperti Goa Bawah Laut Wundi, air terjun Wapsdori, Air Terjun Karmon, pulau berjuluk “Karang Panas” ini juga memiliki sejarah dan budaya seperti area basis pangkalan milter Tentara Sekutu pada Perang Dunia II, Parade Budaya Wor dan Yospan, dan Apen Beyeren.

Dengan koordinasi yang baik antara operator bandara, maskapai penerbangan, agen wisata, dan Pemda, diharapkan pengembangan industri pariwisata Biak Numfor akan terakselerasi lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Biak.

PT Angkasa Pura I (Persero) merupakan salah satu BUMN pengelola Bandara di Indonesia.

Angkasa Pura I mengelola 13 bandara dan satu  Strategic Busines Unit (SBU), yaitu Bandara Gusti Ngurah Ray Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanudin Makassar, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Frans Kaisepo Biak, Sam Ratulangi Manado, Ahmad Yani Semarang, Adisucipto Yogyakarta, Adi Sumarmo Surakarta, Bandara International Lombok Praya, Pattimura Ambon, El Tari Kupang, dan Ngurah Ray Commercial SBU Bali.

Angkasa Pura I juga mempunyai lima perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail.

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga