Astaga, Harga Tiket Pesawat Wamena - Jayapura Tembus 3 Juta

Menjelang hari raya Natal 25 Desember mendatang dan Tahun Baru 1 Januari 2018, harga tiket pesawat di Papua melambung tinggi bahkan tembus 3 juta rupiah.
Share it:
Menjelang hari raya Natal 25 Desember mendatang dan Tahun Baru 1 Januari 2018,
harga tiket pesawat di Papua melonjak bahkan tembus 3 juta rupiah.
Jayapura, Dharapos.com
Menjelang hari raya Natal 25 Desember mendatang dan Tahun Baru 1 Januari 2018, harga tiket pesawat di Papua melonjak bahkan tembus 3 juta rupiah.

Kondisi ini terjadi pada rute penerbangan dari Wamena menuju ke Jayapura.

Padahal harga sebelumnya, berkisar Rp600 – 700 ribu per satu kali penerbangan.

Anggota DPR Papua, Neuloen Koutoki menuding  ada permainan oleh pihak ketiga sehingga harga tiket bisa melambung tinggi.

"Kami sangat marah karena harga tiket ini melambung tinggi dan tidak benar. Karena sebenarnya harga tiket pesawat Wamena - Jayapura berkisar 600 - 700 ribu tapi menjelang Natal ini, setelah kami pantau melambung dari dua hingga tiga juta rupiah," kecamnya saat dikonfirmasi di kantor DPR Papua, Senin (11/12).

Legislator muda ini mengingatkan pihak maskapai penerbangan juga harus menghargai rakyat Papua karena kontribusi yang sangat besar bagi maskapai.

"Jadi, sekali penerbangan pasti penumpang full terus itu juga ada nilai tambah bagi maskapai dan itu menjadi catatan bahwa mereka (maskapai, red) harus transparan.  Jangan datang waktu Natal lalu rubah program terus kesempatan cari untung besar, itu tidak baik," kecamnya.

Neuloen menduga ada pihak ketiga yang bermain dengan cara memborong semua tiket setelah itu dijual dengan harga yang tidak sama.

"Jangan rugikan rakyat kecil, karena kebutuhan akan transportasi ini tidak hanya kalangan elit saja tapi lebih banyak dibutuhkan masyarakat kecil," ujarnya.

Apalagi dalam rangka menjelang natal 25 Desember dan Tahun baru 1 Januari 2018 banyak orang membutuhkan tiket untuk mudik.

“Kami harap intervensi dari pihak Pemerintah untuk turun tangan melihat masalah ini. Yang pasti
Dinas Perhubungan, Pemerintah Jayawijaya, maskapai bahkan Pemerintah Provinsi juga harus berperan menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini,” desaknya.

Neuloen menambahkan, Kabupaten Jayawijaya menjadi pusat tingkat mobilisasi perekonomian bagi beberapa kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

"Karena itu, kami minta pihak maskapai harus terbuka transparan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jangan malah manfaatkan kesempatan,” tegasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga