Canangkan Natal, Wali Kota Kembali Ajak Masyarakat Jauhi Miras

Hingga saat ini, sudah tak terhitung lagi berapa banyak cibiran, kecaman hingga kata-kata hujatan oleh berbagai pihak yang dialamatkan kepada Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terkait minuman beralkohol (Minol).
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menyampaikan sambutan pada Kirab Damai dan
Pencanangan Natal Pemkot, TNI, Polri dan masyarakat Kota Jayapura, Jumat (1/12)
Jayapura, Dharapos.com
Hingga saat ini, sudah tak terhitung lagi berapa banyak cibiran, kecaman hingga kata-kata  hujatan oleh berbagai pihak yang dialamatkan kepada Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terkait minuman beralkohol (Minol).

“Kalau kau anak Tuhan, kenapa kau belum cabut minuman keras dari kota ini,” demikian salah satu penggalan kalimat dari sekian banyak yang kerap terucap dari mulut para kaum anti minuman keras (miras) di wilayah tersebut.

Bahkan tak sedikit alasan yang dikemukakan seperti banyaknya terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga aksi pembunuhan yang menyebabkan orang Papua terancam musnah oleh karena miras.

Menanggapi semua itu, orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini kembali mengeluarkan pernyataan bijak.

“Olehnya itu, di hari ini, di titik nol Kota Jayapura saya mengatakan kepada Tuhan Yang Mahakuasa Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya bahwa miras itu adalah benda yang mati. Mari kita perbaiki keluarga kita masing-masing dan mulai saat ini kita berjanji tidak akan lagi menyentuh miras," cetusnya saat membuka secara resmi Kirab Damai dan Pencanangan Natal Pemerintah kota, TNI, Polri dan masyarakat Kota Jayapura Tahun 2017 yang berlangsung di Taman Yos Sudarso (Imbi), Jumat (1/12).

Ketika mendengar pernyataan tersebut, ribuan orang yang menyaksikan langsung momen tersebut spontan memberikan aplaus kepada Wali Kota dua periode ini.

Olehnya itu, ia kembali mengingatkan semua pihak agar jangan sekali-kali menyalakan orang lain.

“Tetapi bagaimana kita selaku seorang manusia mempunyai akal dan pikiran yang mengendalikan diri kita maka tentunya miras itu tidak akan kita sentuh

Dengan suara lantang, Wali Kota kembali menegaskan bahwa orang Papua tidak akan musnah kalau tidak suka dengan miras itu.

“Orang Papua juga tidak akan musnah karena keluarganya dilindungi oleh Tuhan karena dia sendiri tidak menyentuh miras itu,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa BTM juga meminta masyarakat tidak menyalahkan dirinya karena miras.

“Miras adalah benda mati yang tidak akan kemana-mana tapi manusia yang  pergi untuk membawanya,” pintanya.

BTM juga mengutip salah satu ayat firman Tuhan tentang perkawinan di Kana dimana Tuhan menciptakan anggur dan diminum tapi bukan untuk mabuk.

“Kita pun melakukan perjamuan kudus dengan anggur tapi bukan untuk mabuk,” bebernya.
BTM juga mengaku jika dirinya telah dua kali di demo terkait miras namun ia kembali menegaskan tidak akan mundur selangkah pun di atas tanahnya sendiri.

Walau arus gelombang yang berdatangan menuntut Wali Kota harus segera mencabut Perda miras dan menutup miras di Kota Jayapura, namun dirinya tetap berpegangan pada aturan.

Ia pun membeberkan rencana Pemerintah kota yang akan memberlakukan larangan penjualan miras menindak lanjuti Kirab Damai dan Pencanangan Natal 2017 .

“Nanti pada hari Sabtu akan dikeluarkan Surat Keputusan Wali Kota bahwa setiap hari Sabtu tidak boleh ada aktivitas jual beli miras di seluruh wilayah Kota Jayapura,” beber BTM.

Begitu pula pada tanggal 24 - 26 Desember dan di tanggal 1 Januari 2018 tidak ada penjualan miras di Kota Jayapura.

“Dan jika ada toko atau mall yang menjual miras pada saat itu maka izinnya akan dicabut,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga