Hari Ibu ke 89, Nikah Massal Digelar di Kota Sorong

Menjelang peringatan Hari Ibu ke 89, digelar kegiatan Nikah Massal dengan mengambil lokasi di Gedung Gereja Maranatha, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Kamis (21/12).
Share it:
Menteri PPPA Prof. Yohana Yembise saat hadir pada kegiatan Nikah Massal yang berlangsung
 di Gedung Gereja Maranatha, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Kamis (21/12)
Sorong, Dharapos.com
Menjelang peringatan Hari Ibu ke 89, digelar kegiatan Nikah Massal dengan mengambil lokasi di Gedung Gereja Maranatha, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Kamis (21/12).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Prof. Yohana Yembise membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Sebanyak 92 pasangan mengikuti kegiatan Nikah Massal ini.

Menteri dalam sambutannya mengajak perempuan Indonesia bersedia di berdayakan dan berjalan bersama-sama dengan laki-laki membangun Negara ini secara bersama-sama.

“Bila perempuan dan laki-laki berjalan bersama maka Negara Indonesia akan maju dan jaya ke depannya,” urainya.

Peringatan Hari Ibu Nasional ke 89, lanjut Menteri PPPA adalah untuk mengenang perjuangan pahlawan teristimewa bagi kaum wanita yaitu Kartini dan mereka-mereka yang telah gugur.

Salah satu pasangan yang berkesempatan mengikuti kegiatan nikah massal 
“Dahulu tak sedikit pahlawan kita yang gugur dalam upaya merebut kemerdekaan dan sekarang ini menjadi tugas kita untuk mengisi kemerdekaan yaitu dengan mentransferkan hikmah Hari Ibu ini kepada pemuda-pemudi agar mereka dapat melanjutkan pembangunan dan mengisi kemerdekaan ini ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kegiatan nikah massal yang dilaksanakan ini merupakan inisiatif dari Pemerintah dalam mendukung program Hari Ibu di beberapa kabupaten.

“Dengan dikukuhkannya nikah massal ini maka diharapkan kepada para suami agar dapat membina keluarganya dengan baik,” jelasnya.

Apalagi, saat ini keluarga adalah masalah utama di dalam kehidupan masyarakat dimana bila keluarga kuat maka pasti negara kuat.

Diakuinya pula, banyak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang cukup tinggi sehingga berdampak kepada anak-anak seperti mengalami kekerasan fisik dan psikis termasuk juga kekerasan seksual terhadap  ibu dan anak.

Foto bersama Menteri PPPA Prof. Yohana Yembise
“Di tanah Papua, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan seksual adalah yang paling tertinggi dan menjadi pemicu terjadinya kasus perceraian. Hingga kemudian permasalahan tersebut berdampak terhadap psikis/batin anak-anak,” bebernya.

Olehnya itu, Menteri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memulainya dari keluarga masing-masing.

“Mari kita jaga keluarga kita, karena nilai dari pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral,” tukasnya.
Selain Menteri, hadir pula Kapendam XVIII/Kasuari, Kol. Arh. Eddy Widianto, S.IP, Kasiter Korem 171/PVT Kol. Arm. Hari Wibowo, Pabung Kodim 1704/Sorong Mayor Inf. Y. Agus Padang,  dan Pasiter Kodim 1704/Sorong Kapten Inf. Anwar Kolly.

Juga turut hadir, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Sorong, Maryam Isir,
Asisten I Kota Sorong Ismail Latukonsina,  Kepala Dinas PPPA Papua Barat, Anike Rawar,  dan Duta Besar Indonesia untuk Kabul, Afganistan Arif Rahman, serta para tamu undangan lainnya.

(And)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga