Hasil Survei Star Poll, Pahabol Teratas di Pilgub Papua

Gelaran pesta demokrasi lima tahunan di Provinsi Papua bakal berlangsung pada 2018 mendatang.
Share it:
Jayapura, Dharapos.com
Gelaran pesta demokrasi lima tahunan di Provinsi Papua bakal berlangsung pada 2018 mendatang.

Meski demikian, sejak jauh hari sejumlah bakal calon telah menyatakan diri siap bertarung pada ajang tersebut.

Bahkan tak tanggung-tanggung, lembaga survei langsung terjun ke lapangan guna memastikan peluang para bakal calon pada gelaran Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di provinsi paling timur Indonesia ini seperti yang dilakukan Lembaga Konsultan Politik Indonesia Star Poll.

Hasilnya, Ones Pahabol menduduki urutan teratas disusul petahana dan beberapa nama bakal calon lainnya.

“Kami sudah melakukan survei di Papua beberapa bulan yang lalu dimana kita menanyakan beberapa nama tokoh yang kita ukur,”  terang Dendi Susyanto yang juga Direktur Lembaga Konsultan Politik Indonesia Star Poll yang dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Minggu (10/12).

Tertinggi dari semua bakal calon adalah Ones Pahabol dengan jumlah presentase 37,7 persen disusul Lukas Enembe 26,6 persen, John Wempi Wetipo, Lenis Kogoya dan beberapa nama lainnya.

Diakui Dendi, populasi dalam survei ini adalah pemilih di Provinsi Papua yang telah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Total populasi sebanyak 3.222.426 orang (berdasarkan data KPU Pilpres 2014).

Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dimana sampel dalam survei ini adalah 1100 orang  yang ditarik dari populasi pemilih. Dengan jumlah sampel (margin of error) sebesar +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tatap muka yang dipandu dengan kuesioner dimana kuesioner telah diuji dengan menggunakan pre-test agar dimengerti oleh setiap responden. Sedangkan quality control dilakukan dengan pengecekan ulang (spot check) sebanyak 10 persen dari total sampel.

“Sampel yang tidak memenuhi standar kualitas dikeluarkan dan tidak disertakan dalam analisa data,” tegasnya.

Survei, lanjut Dendi dilakukan pihaknya pada tanggal 15 Oktober - 25 November 2017.

“Untuk validasi hasil survei kita lakukan dengan cara membandingkannya dengan data populasi yang diperoleh di KPU dan BPS,” tandasnya.

Dirincikan pula, dari hasil survei tersebut ternyata suara tidak sah dan suara rahasia masih di berada angka 20,1 persen.

Dendi menambahkan lembaga yang dipimpinnya sudah terbentuk 2005 dan secara legalitas pada 2012 diakui secara hukum oleh Pemerintah.

“Hasil survei kami terakhir yaitu Pilkada DKI,” tambahnya.

Dijelaskan pula, tingkat kesukaan masyarakat Papua kepada Dr Yohanes Pahabol hingga detik ini masih tinggi.

Tak lain karena masyarakat Papua melihat dan membutuhkan figur atau sosok baru yang bisa memuaskan hati masyarakat.

“Masyarakat Papua juga  melihat prestasi Ones pahabol sebagai Bupati Yahukimo dua periode yang dinilai berprestasi. Sehingga atas dasar itulah maka masyarakat sangat menyukai dan membutuhkan figur pemimpin seperti beliau,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga