Hingga Akhir Tahun, Stok Beras di Kota Jayapura Aman

Menjelang perayaan Natal, 25 Desember mendatang hingga akhir tahun dipastikan ketersediaan stok beras di Kota Jayapura aman.
Share it:
Ilustrasi Stok Beras 
Jayapura, Dharapos.com
Menjelang perayaan Natal, 25 Desember mendatang hingga akhir tahun dipastikan ketersediaan stok beras di Kota Jayapura aman.

Bahkan dipastikan bakal melimpah mengingat ketersediaan produk beras lokal mencapai 600 ton sebagaimana pernyataan Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura Jean. H. Rollo yang dikonfirmasi, Senin (11/12).

“Beras 600 ton ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Jayapura di bulan Natal ini, bahkan bisa lebih,” bebernya.

Dijelaskannya, beras yang dipanen berasal dari lahan 350 hektar kurang lebih 700 ton tercatat 100 ton diantaranya petani pembudi daya padi yang dikonsumsi sendiri sedangkan 600 ton beras pasar.

Beras produksi lokal yakni dari Koya ini katanya bisa didapatkan di rasmin unit RMU yang berlokasi di Central Padi di Koya Barat dan Koya Timur dimana posisinya sudah stan-by dan sebagian sudah keluar melalui pedagang pengumpul.

Stok beras untuk Natal yang diperkirakan berlebihan ini hadir dengan kualitas yang terjamin.

“Kita hitungnya dari rata-rata konsumsi beras perkapita pertahun yaitu 120 Kg/tahun jadi jumlah penduduk kota kita kalikan 120, totalnya dibagi 12 kita dapat satu bulan,” rinci Rollo.

Apalagi stok beras yang tersedia ini katanya masih beras lokal belum ditambah dengan beras antar pulau yang tersedia di pasar.

“Berhubung ini baru panen jadi posisi untuk beras aman,” tukasnya.

Perum Bulog Divre P2B Pantau Harga Beras

Sementara itu, Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat (P2B) terus melakukan monitoring perkembangan harga beras dan komoditi pangan lainnya.

Manager Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat Fauzi Muhammad menjelaskan perkembangan harga rata-rata Beras di Provinsi Papua per tanggal 08 Desember 2017 relatif stabil (belum mengalami perubahan) yaitu untuk Beras Paling Laku Rp. 11 .500,-.kg; Beras Termurah Rp. 9.166.67/kg dan Beras Termahal Rp. 13.750,-/kg.

Dibandingkan dengan situasi harga per tanggal 30 November 2017, harga beras tersebut belum mengalami perubahan (0%).

“Sedangkan untuk Perkembangan Harga Komoditi Pangan Lainnya di Provinsi Papua per tanggal 8 Desember 2017 seperti Kedele DN, Jagung, Gula Pasir, Daging Sapi, Bawang Merah masih relatif stabil atau belum mengalami perubahan, apabila dibandingkan dengan situasi harga per tanggal 30
November 2017,” akui Fauzi, Senin (11/12)

Komoditi Pangan Lainnya yang mengalami kenaikan yaitu Minyak Goreng sebesar 3,26% dan komoditi Bawang Putih sebesar 2.63%

Sedangkan komoditi Pangan Lainnya yang mengalami penurunan yaitu Cabe Merah Besar (10,91%); Cabe Keriting (18,33%) dan Cabe Rawit (11,39%).

Ditambakan Fauzi perkembangan Harga rata-rata Beras dan komoditi pangan lainnya di Provinsi Papua Barat per tanggal 08 Desember 2017 relatif stabil (belum mengalami perubahan) dibandingkan dengan situasi harga per tanggal 30 November 2017.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga