Personel Satgas Perbatasan RI-PNG Rayakan Natal

Momen perayaan Natal tahun ini turut di rayakan para prajurit asal Satgas Yonif PR 432 Kostrad yang saat ini menjalankan tugas pengamanan di perbatasan RI-PNG.
Share it:
Senin (25/12), sekitar 30-an prajurit dari berbagai pos seperti Poskotis hingga Pos Muara Tami hadir 
dalam ibadah Natal bertempat di gereja PLBN Skouw yang di pimpin Pendeta Ely Mabilong
Jayapura, Dharapos.com
Momen perayaan Natal tahun ini turut di rayakan para prajurit asal Satgas Yonif PR 432 Kostrad yang saat ini menjalankan tugas pengamanan di perbatasan RI - PNG.


Meski jauh dari keluarga dan sanak saudara, para penegak keamanan negara ini tetap menjalankan ibadah Natal dengan suasana yang penuh khidmat dan sederhana.

Senin (25/12), sekitar 30-an prajurit dari berbagai pos seperti Poskotis hingga Pos Muara Tami hadir dalam ibadah Natal bertempat di gereja PLBN Skouw yang di pimpin Pendeta Ely Mabilong.

Usai ibadah pagi, acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama pada siang harinya  bertempat di Poskotis yang turut dihadiri Wadansatgas Kapten Alif Jibril dan para perwira staf serta seluruh prajurit yang beragama Muslim.

Pabintal Satgas Lettu Inf. Yakub dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para prajurit yang beragama Muslim.

"Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan yang Muslim yang telah memberikan ucapan selamat kepada kami yang merayakan hari Natal ini, dan juga telah membantu hingga seluruh rangkaian acara ini selesai," ucapnya.

Suasana berlangsungnya perayaan Natal di perbatasan RI - PNG
Pada momen yang sama, Wadansatgas Kapten Alif Jibril menyampaikan permohonan maaf atas nama Dansatgas  yang tidak berkesempatan hadir pada perayaan tersebut.

"Saya mewakili Dansatgas karena beliau ada acara lain dan beliau mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018 kepada seluruh prajurit yang merayakannya,” ucapnya.

Intinya, lanjut Wadansatgas, pada perayaan ini merupakan hari yang mulia bagi rekan-rekan yang beragama Nasrani.

“Dan tentunya yang Muslim juga bisa bertoleransi bagi umat beragama Nasrani.  Walaupun jauh dari keluarga namun maknanya tetap sama sehingga menjadi indah dan penuh berkah dalam kehidupan ini," tandasnya.

Seusai acara makan bersama di Poskotis, para prajurit diundang untuk menghadiri  acara Natalan bertempat di rumah Ondoafi setempat, Bapak Stenlis dan masyarakat dengan mengadakan acara adat yaitu acara bakar batu hingga sore hari.

Hingga selesai, acara berjalan dengan ertib dan aman.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga