Petahana kembali Pimpin Kabupaten Jayapura

Mathius Awaitouw - Giri Wijayantoro yang juga petahana kembali memimpin Kabupaten Jayapura untuk lima tahun ke depan.
Share it:
Gubernur Lukas Enembe mewakili Mendagri melantik dan mengambil sumpah jabatan dua pasangan
Bupati dan Wabup, di Sasana Krida kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (12/12)
Jayapura, Dharapos.com
Mathius Awaitouw - Giri Wijayantoro yang juga petahana kembali memimpin Kabupaten Jayapura untuk lima tahun ke depan.

Kepastian tersebut didapati pasca Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mewakili Menteri Dalam Negeri melantik dan mengambil sumpah jabatan keduanya bersama Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, di Sasana Krida kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (12/12).

Bupati dan Wabup Kabupaten Intan Jaya yaitu Natalis Tabuni - Yann Robert Kobogauw.

Gubernur dalam sambutannya berharap, kepala daerah yang baru dilantik dapat membawa daerahnya ke depan lebih baik dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat terutama masyarakat asli Papua menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera.

"Kalau Intan Jaya terjadi bentrok lalu Kabupaten Jayapura harus PSU (pemungutan suara ulang) dua kali, saya harap ke depan ini tidak terjadi lagi. Kedua Bupati ini petahana masuk periode kedua, jadi ke depan harus bawa daerahnya lebih baik, perhatikan kesejahteraan masyarakatnya, keamanan terutama orang asli Papua," harap Gubernur.

Di kesempatan itu Gubernur juga menyinggung soal pencalonan pilkada di Kabupaten Jayapura, dimana ada calon yang bukan Orang Asli Papua (OAP).

"Khusus kabupaten Jayapura saya berharap, peristiwa seperti kemarin tidak terjadi lagi. Walau UU tidak mengatur untuk calon (di tingkat kabupaten) harus orang asli Papua tapi harus di hargailah.
Setidaknya parpol harus mengerti, jangan seenaknya dorong orang," cetusnya mengingatkan.

Terakhir Gubernur juga mengingatkan kepada Bupati dan Wabup yang baru dilantik untuk  terus bergandengan tangan di dalam membangun daerahnya.

"Jangan di tengah perjalanan Bupati dan Wakil Bupati jalan sendiri-sendiri, jangan bentrok atau tidak saling tegur karena ini akan berdampak pada kepentingan besar di masyarakat. Sebab kejadian seperti ini sudah banyak terjadi," imbuhnya.

Hadir dalam acara pelantikan jajaran Forkopimda Papua, Sekda Papua dan para pimpinan SKPD/OPD, Muspida dan DPRD dari kedua kabupaten serta tim sukses dari partai dan masyarakat.

Jika menilik ke belakang, pelaksanaan Pilkada di kedua kabupaten tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Ditemukannya sejumlah pelanggaran, mengakibatkan Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU)  di kedua Kabupaten tersebut bahkan PSU berlangsung dua kali.

Di kabupaten Intan Jaya pelaksanaan pilkada dinodai dengan aksi saling bentrok antar massa pendukung dua pasangan calon yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan pembakaran rumah serta bangunan milik pemerintah setempat.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga