Polda Papua Sosialisasikan Pilkada yang Aman dan Damai

Polda Papua menggelar tatap muka dengan sejumlah komponen dalam rangka menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 yang aman dan damai, Jumat (22/12).
Share it:
Polda Papua menggelar tatap muka dengan sejumlah komponen dalam rangka menyosialisasikan
pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 yang aman dan damai, Jumat (22/12)
Jayapura, Dharapos.com
Polda Papua menggelar tatap muka dengan sejumlah komponen dalam rangka menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 yang aman dan damai, Jumat (22/12).

Hadir pada tatap muka bertempat di Kafe B-One tersebut, para rektor,LSM, ormas hingga kepala suku.

Sebanyak 6 poin ditetapkan Polda Papua sebagai komitmen Pilkada damai 2018 yaitu KPU dan 
Bawaslu sebagai penyelengara independen, Polri dan TNI sebagai pengamanan harus netral dan Pemda sebagai fasilitator tidak menggunakan fasilitas negara untuk memihak salah satu calon.

Kemudian, calon dan tim sukses serta pemilih tidak mengerahkan massa dalam menyelesaikan konflik dan Media seimbang dalam pemberitaan.

Serta pemberdayaan pemantau, LSM, dan para tokoh hingga pemangku kepentingan mendukung pilkada bermartabat.

Kapolada Papua Boy Rafli Ahmad dalam sambutannya yang dibacakan Irwasda Polda Papua Kombes. Pol. Jacobus Marzuki mengakui tidak dipungkiri bahwa dalam prakteknya, pelaksanaan Pilkada selalu menimbulkan gejolak.

Terbukti tidak ada satu pun yang berjalan tanpa konflik yang umumnya berasal dari ketidakpuasan terhadap hasil akhir Pilkada.

“Wajar setiap calon atau kandidat ingin menang, tetapi harus sportif dalam perspektif agama sebab Pilkada ini penting demi kepentingan umat untuk kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

Untuk itu, agama juga harus proaktif dalam pilkada dengan maksud, keikutsertaannya dapat menjadi penyejuk, merajuk yang retak dan tidak mempertajam atau menimbulkan konflik.

Dan, ini juga menjadi tanggung jawab pemuka atau tokoh-tokoh agama serta semua stakeholder.

“Tekad kami sebagai wujud kecintaan kepada Papua bahwa keamanan pelaksanaan Pilkada tergantung dari semua pihak,” tegas Kapolda.

Karena, diakuinya pula, berkaca pada pemilu yang lalu di 10 Kabupaten dan 1 kota, serta 5 Kabupaten yang melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU), sebanyak 3 kabupaten yang mengalami konflik.

“Ini jangan sampai terjadi pada Pilkada di 7 Kabupaten maupun Pilgub Papua,” pinta Kapolda.

Dan apa yang menjadi komitmen Polri dan TNI mendapat dukungan untuk Pemilukada damai dan demokratis.

Lebih lanjut,  Kapolda menambahkan agar penyelenggaraan Pilkada berlangsung dengan sukses tentu harus dibarengi dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) yang kondusif .

“Disinilah peran kami sebagai anggota Polri yang juga pengemban fungsi Pemerintahan yang bertugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat untuk bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Papua aman dan damai agar berjalan dengan tertib,” tambahnya.

Pelaksanaan Pilkada 2018 ini diharapkan berjalan tertib dan lancar sehingga tidak ada lagi jatuhnya korban jiwa baik dari masyarakat maupun aparat keamanan.

Dengan dilakukannya roadshow ini diharapkan berbagai insiden tidak terjadi lagi sehingga Pilkada 2018 benar-benar berjalan damai sebagaimana yang dilaksanakan saat ini adalah bagian dari kegiatan roadshow Pilkada Papua Damai Tahun 2018.

“Kami juga mengajak tokoh-tokoh agama dan juga seluruh elemen untuk ikut menyuarakan wujudkan Pilkada yang damai di tanah Papua,” ajaknya.

Kapolda juga berjanji ke depannya, pihaknya juga berencana roadshow keliling Kabupaten untuk menyuarakan tentang Pilkada damai.

“Rakyat harus aman, sejahtera, selamat dan tidak dieksploitasi dengan yang berbau kekerasan, cerdas sebagai masyarakat pemilih yang berhak memilih siapa saja yang menurut mereka terbaik untuk membawa Papua yang lebih baik,” harapnya.

Juga kepada pasangan calon dari partai politik dapat memiliki atau mengedepankan sikap kesatria atau negarawan untuk bisa menerima hasil Pilkada 2018 nanti. Dengan kata lain, baik pasangan calon atau parpol harus legowo menerima kekalahan.

“Menang atau kalah itu sudah pasti akan menjadi resiko dalam pertandingan. Olehnya itu, saya mengajak kepada kita semua untuk sama-sama mewujudkan Pilkada 2018 agar berjalan aman dan damai,” tukasnya.


(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga