Realisasi 2017 Rendah, Dana DAK 2018 Terancam Turun

Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM mengakui jika realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota Jayapura Tahun Anggaran (TA) 2017 masih rendah.
Share it:
Realisasi 2017 Rendah, Dana DAK Pemkot Jayapura TA 2018 Terancam Turun
Jayapura, Dharapos.com
Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM mengakui jika realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota Jayapura Tahun Anggaran (TA) 2017 masih rendah.

Bahkan hingga 31 Agustus, yang bersumber dari ketiga DAK masing-masing DAK Penugasan, DAK Aprimasi, dan DAK Reguler kurang lebih Rp100 Miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk fisik dan Kesehatan yang terserap hanya Rp42 Miliar.

“Ini dampaknya akan besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang,” akuinya, saat memimpin apel pagi di lapangan upacara Wali Kota, Senin (11/12).

Wawali menegaskan jajaran OPD bekerja tidak maksimal, meski telah mengikuti pelatihan, paham cara metode dan tahu mempertanggung jawabkan pekerjaan masing-masing, tetapi masih saja gagal.

“Dari awal pekerjaan tersebut dianggap main-main, sehingga menyebabkan banyak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan. Bahkan ada juga ASN yang sudah bergerak dari tanggal 31 Agustus 2017, per kontrak masih proses pelelangan,” bebernya pula.

Tindakan seperti ini, tegas Wawali, sangat berbahaya karena ada para pekerja yang belum memahami karena yang  terkontrak hingga 31 Agustus 2017, dananya Rp 48 Miliar.

Menurutnya sama sekali tidak masalah karena dananya masih ada, akan tetapi yang terkontrak di atas tanggal 31 Agustus, pemasukan pelelangan Pengadaan Barang atau Jasa (PBJ) nilainya tidak sedikit hampir Rp 35 Miliar.

Secara pekerjaan, jalan di OPD-OPD yang menerima DAK yang sudah terkontrak, fisik berjalan tetapi uangnya tidak ada sehingga sangat berbahaya dan berdampak pada DAK 2018.

“Anggarannya pasti turun dari Rp 100 Miliar turun jadi Rp 79 Miliar berarti Rp21 Miliar hilang bahkan DAK Kesehatan 0, sedangkan DAK untuk Perumahan hilang. Ini terjadi karena tidak ada keseriusan dalam penyelesaian DAK ini,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sekarang fisik berjalan yang terkontrak pada 1 September, namun dananya tidak ada.

“Kalau ini berjalan bisa-bisa di tahun 2018 masuk tanggung jawab dan jadi beban Pemerintah Kota Jayapura dari dana APBD bukan DAK lagi, bahkan pendapatan kita juga turun yang rugi juga kita karena harus membayarkan APBD Pemkot untuk pekerjaan DAK,” kembali beber Wawali.

Ia berharap di tahun 2018, para OPD terkait segera menyiapkan proses pelelangan pekerjaan sebelum diserahkan.

“Hal-hal yang terlambat kita kejar, maka semua pekerjaan akan berjalan dengan lancar,” tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga