Wali Kota : Perda Kota Juga berlaku di Wilayah Perbatasan

Pemberlakuan peraturan yang di keluarkan Pemerintah baik itu Perda kebersihan maupun larangan berjualan dari pukul 06.00 -11.00 WIT pada hari Minggu, bukan saja di Kota Jayapura tapi juga berlaku di wilayah perbatasan.
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM 
Jayapura, Dharapos.com 
Pemberlakuan peraturan yang di keluarkan Pemerintah baik itu Perda kebersihan maupun larangan berjualan dari pukul 06.00 -11.00 WIT pada hari Minggu, bukan saja di Kota Jayapura tapi juga berlaku di wilayah perbatasan.

“Pemerintah Kota Jayapura telah mengeluarkan peraturan daerah bahwa mulai dari jam 06.00 WIT sampai 11.00 WIT tidak ada aktivitas toko, kios, mall, supermarket hingga pasar pada hari Minggu,” ungkap Wali Kota saat kunjungan kasih ke Pos Pelayanan GKI Edom dan gereja Katolik, Stasi Hati Kudus Yesus Koya Barat, Minggu (10/12).

Ditegaskan Wali Kota, perda yang dikeluarkan bukan hanya berlaku di kota saja namun mencakup seluruh wilayah Pemkot  termasuk perbatasan RI – PNG dalam hal ini Distrik Muara Tami mengingat penduduk Kota Jayapura adalah mayoritas beragama Kristen.

“Setiap orang yang masuk rumah orang lain maka tentu dia harus menaati peraturan yang ditetapkan di dalam rumah tersebut,” tegasnya.

Wali Kota dua periode ini juga menambahkan Pemkot juga telah mengeluarkan Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan kebersihan.

“Dan tentu bersih itu bukan saja di kota tapi di wilayah perbatasan pun  juga harus menjaga kebersihan," pintanya.

Untuk itu pria yang akrab disapa BTM ini meminta Kepala distrik dan kelurahan untuk wajib memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Perda kota dimaksud.

“Yang juga harus diketahui bahwa wilayah perbatasan merupakan wajahnya Indonesia karena sebagai kawasan masuknya orang dan barang dari negara tetangga,” sambungnya.

Termasuk juga bagaimana Pemkot menangani perbatasan, yang terutama adalah dengan memastikan soal keamanan sehingga ditempatkan personel TNI-Polri untuk menjaga kawasan  perbatasan RI – PNG.

“Wilayah perbatasan juga bukan kawasan yang menakutkan tapi merupakan area yang aman dan damai bahkan kini telah menjelma menjadi lokasi kunjungan wisatawan,” bebernya.

Kepada TNI - Polri dan imigrasi, orang nomor satu di provinsi berjuluk “Bumi Cendrawasih” ini juga menekankan bahwa wilayah perbatasan menjadi tempat masuknya barang dan orang.

“Untuk itu, mari kita kawal dengan baik agar orang-orang yang tidak mempunyai identitas yang jelas dan berencana merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dihentikan,” imbuhnya.

Tak lupa, BTM juga menambahkan, setiap warga yang ada di perbatasan diberlakukan sama dengan yang ada di Kota Jayapura harus memiliki identitas diri yaitu e-KTP.

“Artinya, wajib kepada setiap orang yang masuk keluar harus diperiksa kepemilikan e-KTP,” tambahnya.

Diakui pula, wilayah perbatasan belum dikelola secara baik padahal kawasan ini menjadi salah sumber pendapatan daerah bagi Kota Jayapura.

“Kita berharap kedepannya bisa dimaksimalkan,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga