Wali Kota : Saya Besar karena Pers

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengakui jika dirinya besar karena pers.
Share it:
Penabuhan tifa bersama-sama menandai pembukaan Pelatihan Jurnalistik Media Online Anti Hoax
Jayapura, Dharapos.com
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengakui jika dirinya besar karena pers.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Jurnalistik Media Online Anti Hoax yang dilaksanakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bertempat di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Papua, Senin (4/12).

Pelatihan ini diikuti lebih kurang 60 jurnalis asal Papua maupun Papua Barat,

“Saya menjadi Wali Kota karena pers bahkan 150 penghargaan yang di terima Pemerintah Kota Jayapura juga karena peran pers,” akuinya.

Untuk itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada segenap insan pers yang selama ini telah berkontribusi secara positif kepada Pemkot khususnya dalam menyukseskan program-program bagi kesejahteraan masyarakat.

“Siapa yang menguasai media maka dia akan menguasasi dunia," cetusnya lagi.

Orang nomor satu di ibukota provinsi paling timur Indonesia ini menegaskan pula bahwa di era globalisasi ini, profesi jurnalis menjadi sangat penting dan tidak boleh di pandang sebelah mata.

Karena jurnalis memiliki fungsi menyampaikan berita di berbagai wilayah tanpa batas.

Perkembangan jurnalistik pun semakin maju pesat dengan mengangkat berbagai peristiwa baik dalam negeri maupun antar negara.

“Dan kini tidak hanya media cetak dan elektronik saja namun kita juga dapat mengetahui informasi dari media Online yang kini berkembang luas di tengah masyarakat,” tandasnya.

Olehnya itu, Wali Kota berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat  memperkuat kompetensi diri sebagai jurnalis dengan menerbitkan berbagai tulisan yang memenuhi kaidah jurnalistik.

Pada momen yang sama, Kapendam XVII/Cedrawasih, Letkol Inf. Muhamad Aidi turut merincikan fungsi Pers seperti yang dikutip dari kata kata salah satu jurnalis senior Muchtar Lubis.

“Pers sebagai alat pemersatu bangsa, memiliki fungsi pendidikan, alat penjaga kepentingan umum yakni bangsa dan negara, fungsi untuk menghapus mitos atau mistik dalam kehidupan politik dan sebagai forum,” rincinya.

Dan, yang tak kalah pentingnya, pers harus saling bersilahturahmi dan bukan sarana untuk saling mencemooh satu dengan yang lain.

Sementara itu, Ketua Panitia Henry DM Telussa dalam laporan mengatakan, media online sangat pesat perkembangannya sehingga AMSI menilai perlu dilakukan pelatihan agar jurnalis dapat memberikan info yang valid.

Narasumber yang dihadirkan dari Dewan Pers, Liputan6.com dan dari AMSI.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga