Astaga, Gaji Guru SMA/SMK per Januari di Papua Belum Dibayar

Pengalihan SMA/SMK sederajat dari Kabupaten/kota ke Provinsi Papua kini meninggalkan persoalan baru terkait hak atau gaji para guru yang diketahui belum terbayarkan hingga jelang akhir Januari 2018 ini.
Share it:
Kepala SMA Negeri 4 Provinsi Papua, Laban Sembiring
Jayapura, Dharapos.com
Pengalihan SMA/SMK sederajat dari Kabupaten/kota ke Provinsi Papua kini meninggalkan persoalan baru terkait hak atau gaji para guru yang diketahui belum terbayarkan jelang akhir Januari 2018 ini.

Terkait itu, Kepala SMA Negeri 4 Provinsi Papua, Laban Sembiring yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/1/2018) membenarkannya.

"Kami semua tenaga pendidik yang ada di satuan SMA/SMK se derajat, faktanya hingga berakhirnya Januari 2018 gaji yang menjadi hak kami belum terbayarkan," bebernya.

Padahal menurut Sembiring, pihaknya telah menjalankan tugas dengan baik, tetapi kenapa hak mereka belum juga di bayar.

"Sampai sekarang hak kami belum dibayar, sementara di struktural baik di Gubernur dan dinas lain lancar-lancar saja, lalu kami yang fungsional  ini dianggap apa? Apakah kami ini ASN kelas 2 atau 3 sehingga tidak perlu mendapat hak kami," kecam Sembiring dengan raut kesal.

Selain itu, beber dia, berkas-berkas yang diperlukan telah kirimkan pada Oktober 2016 untuk persiapan Januari 2017. Dan secara berulang-ulang berkas yang sama kami kirimkan sebanyak lima kali ke Provinsi.

"Jadi, sebenarnya ini siapa yang harus bertanggung jawab ?? Dan ini perlu dipertanyakan dimana berkas yang kami kirim sejak Oktober 2016 lalu sehingga masuk 2018 ini kami dibilang belum melengkapi berkas tersebut. Kami minta Kabupaten/Kota jangan dikambinghitamkan," tegas Sembiring.

Ia bahkan menjelaskan, bahwa strukturalnya Provinsi Papua adalah yang teratas, dan seharusnya turun menjemput bola, dengan mendatangi Kabupaten/Kota untuk meminta berkas.

"Jangan biarkan berlarut-larut masalah ini, sampai kapan kami akan menerima gaji kami," desaknya.

Sembiring kembali berharap apa yang menjadi hak mereka segera dipenuhi.

"Penuhilah hak kami supaya kami bisa menjalankan tugas dengan baik. Bagaimana kami bisa mengajar dengan baik kalau beli makan saja kami tidak bisa," sambungnya.

Ia pun mengancam apabila Februari nanti, hak mereka belum terbayarkan maka pihaknya akan mengambil sikap.

"Kami akan melakukan aksi," ancamnya.

(Vian)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga