Disdikbud Mambra Siap Terapkan Sistem Pendidikan Berpola Asrama

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Benekditus Amoye, S.Pd, M.Si menegaskan pihaknya bakal menerapkan pendidikan berpola asrama.
Share it:
Kepala Disdikbud Mambra, Benekditus Amoye, S.Pd, M.Si
Jayapura, Dharapos.com 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Benekditus Amoye, S.Pd, M.Si menegaskan pihaknya bakal menerapkan pendidikan berpola asrama.

Pasalnya, kondisi wilayah yang dijuluki “Nadi Tanah Papua” tersebut memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi  karena terbagi dalam dua bagian wilayah yang besar yaitu timur dan barat .

Namun tidak semuanya bisa dijangkau dengan transportasi laut, bahkan ada beberapa kawasan yang sulit untuk di jangkau.

“Makanya kondisi ini menjadi pergumulan kami agar bagaimana bisa mendukung kebijakan Bupati dan Wakil Bupati sesuai visi dan misi yakni membuka pelayanan pendidikan di kampung melalui Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, red),” ungkapnya saat ditemui di Kota Jayapura, Rabu (10/1/2017).

Selain sistem pendidikan berpola asrama, pihaknya juga akan menerapkan pola kelas jauh, kelas kecil dan kelas besar.

Untuk kelas besar orientasinya ke distrik yaitu dengan di bangunnya 3 Ruang Kelas baru (RKB)

“Sehingga saat melanjutkan ke jenjang yang berikut di tingkat kabupaten mereka bisa ikut dalam program sekolah berpola asrama,” urai Benediktus.

Menurutnya, dengan pola tersebut maka itu akan menjawab tingkat kesulitan pendidikan di Kabupaten Mambra.

Selain soal sarana pendidikan, diakuinya, permasalahan lain yang dihadapi pihaknya dalam hal akses transportasi ke kampung-kampung  termasuk pula masalah tempat tinggal.

Meski diperhadapkan dengan berbagai kendala namun Pemkab melalui Disdikbud setempat terus berupaya demi mengakomodir seluruh kebutuhan dan keperluan tenaga pendidik di wilayah tersebut.

Perkembangan terakhir, terkait kondisi pendidikan di ibukota kabupaten Mambra, lanjut Benekditus sementara berjalanan meski ada sebagian kampung yang tidak berjalan dengan baik.

Penyebabnya, karena ada sejumlah masyarakat yang telah membuat pemukiman di pinggiran sungai Mamberamo tepat di ibukota kabupaten, sehingga anak-anak mereka pun ikut turun hingga kemudian berdampak pada pendidikan yang tidak berjalan.

Faktor lain yang dihadapi yakni anak-anak sekolah di kampung ikut ke Kasonaweja ketika guru turun ke ibukota kabupaten,  dimana mereka dibawa untuk disekolahkan.

“Dua hal inilah yang membuat pendidikan di Kabupaten Mamberamo Raya berjalan tidak maksimal,” bebernya.

Kendati demikian, Benediktus berjanji akan membenahinya secara pelan-pelan agar para tenaga
kependidikan dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Kami berharap agar masyarakat yang ada di pinggiran sungai Mamberamo bisa kembali ke kampung-kampung termasuk anak-anak bersama guru-guru yang ada sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Mamberamo Raya

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga