Mahasiswa Port Numbay Puji Program PKP3N di UKSW Salatiga

Kepedulian Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terhadap masa depan anak-anak yang hidup di Port Numbay, khususnya dalam bidang pendidikan patut diacungi jempol.
Share it:
Mahasiswa Program PKP3N, Margaretha Hamadi
Semarang, Dharapos.com 
Kepedulian Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terhadap masa depan anak-anak yang hidup di Port Numbay, khususnya dalam bidang pendidikan patut diacungi jempol.

Pasalnya, sejak periode pertama kepemimpinannya hingga saat ini, orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini tak tanggung-tanggung menyisihkan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus demi membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Bahkan kemudian diperkuat melalui  program 'Affirmative Action' bagi anak-anak yang mempunyai tanah, air dan negeri ini.

Hingga tercetuslah program Pendidikan Khusus Putra-Putri Port Numbay (PKP3N) bekerja sama dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah dimana setiap
tahunnya, anak-anak Port Numbay yang berprestasi dikuliahkan di kampus ini.

Program Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura ini berjalan mulus dan anak-anak Port Numbay  mampu menorehkan berbagai prestasi serta berkesempatan melanjutkan studi pada jenjang S2 dan S3 di luar negeri.

Terhadap semua itu, salah satu mahasiswa program PKP3N, Margaretha Hamadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkot Jayapura dalam hal ini Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM karena telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Port Numbay untuk menempuh pendidikan lanjutan di Universitas of Delaware AS.

"Saya sangat senang dan bangga karena Bapak Wali Kota sangat memperhatikan dan memedulikan pendidikan kami," akuinya, Sabtu (13/1/2017) usai mengikuti Kuliah Tamu bertempat di Green Valley, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Margaretha mengaku jika dirinya akan menempuh pendidikan di Universitas Delaware AS dengan mengambil jurusan Akuntansi.

"Saya ingin berpesan kepada teman-teman yang lain untuk lebih meningkatkan prestasi sehingga program ini tidak berakhir hanya di sini saja namun akan terus dilanjutkan ke depan," pintanya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Vera Butar-butar yang notabene non Papua namun lahir di Port Numbay.

Mahasiswa Fakultas Matematika Angkatan 2016 ini melihat program beasiswa tersebut sangat baik bagi anak-anak non Papua.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena untuk pertama kalinya, melihat anak-anak non Papua yang lahir di Kota Jayapura turut terlibat dalam beasiswa Pemerintah Kota yang dicetus Bapak Wali Kota Jayapura," ucap Vera.

Lain lagi penilaian Yuni Nusi dari Fakultas Sains dan Matematika.
"Saya sangat bangga karena program beasiswa untuk anak-anak Papua ini sangat bagus. Karena rektor kami yang terdahulu mengatakan bahwa dari sekian program beasiswa yang ada, PKP3N sangat jauh berbeda dari yang lain," pujinya.

Yuni mengaku melihat dari banyaknya program beasiswa di Papua sendiri khususnya di Kota Jayapura termasuk yang diikuti saudara-saudaranya, tidak seperti program PKP3N di UKSW Salatiga.

"Karena di Jayapura atau tempat lain, mereka sering merasa kekurangan dari segi biaya hidup namun saya di UKSW Salatiga tidak merasa ada hambatan sama sekali dalam menjalankan perkuliahan. Semua di biayai, baik biaya hidup hingga tempat tinggal kami," tukasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga