Perlu Penambahan Alat untuk target Jumlah Tanam 500 Ha

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean H. Rollo, SP,MM mengakui kegiatan pencanangan Gerakan Tanam Padi 2018 berupa "Kampanye Full Mekanisasi" yang dimulai dari olah tanah dengan tersedianya hand traktor.
Share it:
Rice Transplanster, alat tanam yang digunakan saat pencanangan Gerakan Tanam Padi 2018 
Jayapura, Dharapos.com
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean H. Rollo, SP,MM mengakui kegiatan pencanangan Gerakan Tanam Padi 2018 berupa "Kampanye Full Mekanisasi" yang dimulai dari olah tanah dengan tersedianya hand traktor.

"Kemudian ketika tanam ada rice transplanter, ketika panen ada combine harvester dan ketika menggiling kita mempunyai rice milling unit. Dan untuk Kota Jayapura, fasilitas penunjang dalam melakukan penanaman padi sudah cukup lengkap. Hanya yang kita kejar adalah jumlah tanam pada lahan seluas 550 hektar," urainya, Selasa (23/1/2018).

Meski demikian, dari kapasitas alat tersebut menurut Jean dinilai sangat kurang.

"Untuk rice transplanter hanya 11 unit dimana 11 unit tersebut mempunyai kapasitas tanam satu hari dua hektar," akuinya.

Sehingga, diperlukan adanya penambahan alat dalam upaya mengejar jumlah tanam pada lahan sawah seluas 500 Ha.

Terkait lahan di Koya Barat merupakan daerah eks transmigrasi sehingga setiap rumah tangga memiliki 2 Ha persawahan dengan rincian 1 Ha dijadikan lahan sawah dan 3/4 hektar diperuntukkan untuk lahan palawija.

Dan untuk lahan yang akan dikembangkan seluas 550 hektar tersebut adalah milik petani dan semuanya besertifikat.

Jumlah keluarga petani di Muara Tami mencapai 550 Kk dengan rincian eks transmigrasi umum sebanyak 500 Kk sementara 50 Kk adalah transmigrasi lokal.

Terkait permintaan Wali Kota untuk mengurangi pasokan beras dari luar, Jean juga mengaku pihaknya akan berupaya memenuhi itu,

"Kedaulatan pangan di kota ini harus terpenuhi dan itu menjadi tanggung jawab kita besama," tandasnya

Lanjut Jean, pencanangan 2018 ini pihaknya menggunakan rice transplanter dalam rangka meningkatkan IP 200 dua kali musim tanam dalam setahun menjadi IP 300 dengan 3 kali musim tanam dalam setahun.

"Dengan alat rice transplanter ini juga, para petani dapat meminimalisir jumlah tenaga kerja karena satu hektar untuk menanam padi selama 1 hari membutuhkan tenaga 20 orang namun jika menggunakan mesin hanya membutuhkan operator dan helper sehingga ada efisiensi sekitar 18 orang," rincinya.

Untuk mesin tersebut dalam melakukan tanam produksi satu hari yang ditanam bisa mencapai 2 hektar

"Kita melakukan penanaman padi di awal tahun ini dengan fasilitas yang digunakan memakai komposisi tanam kurang lebih 100 hari. Jika kita menanam Januari maka April sudah dilakukan panen dan bulan Mei sudah dilakukan penanaman kembali," pungkasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga