Puluhan Mama Papua Cek Kepastian Difungsikannya Pasar Baru

Puluhan penjual yang setiap hari melakukan aktivitas jual sayuran dan berbagai hasil kebun di pasar Mama Papua Kota Jayapura, mendatangi kantor Wali Kota di Jalan Balai Kota Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (15/1/2018).
Share it:
Puluhan Mama Papua saat pertemuan dengan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM guna
mengecek soal kepastian waktu difungsikannya pasar baru yang telah rampung dibangun
Jayapura, Dharapos.com  
Puluhan penjual  yang setiap hari melakukan aktivitas jual sayuran dan berbagai hasil kebun di pasar Mama Papua Kota Jayapura, mendatangi kantor Wali Kota di Jalan Balai Kota Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (15/1/2018).

Tujuan kedatangan puluhan Mama Papua tersebut adalah hendak bertemu langsung dengan orang nomor satu di ibukota provinsi di ujung timur Indonesia ini.

Di dampingi pengurus Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), mereka di terima Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang turut didamping Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM dan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jayapura.

Hadir pula di gedung Sian Soor, Kepala Dinas Perindagkop dan Kepala Dinas P3AKB setempat.

Wali Kota yang dikonfirmasi, mengaku jika kedatangan Mama-mama Papua ini tidak lain hanya untuk menanyakan soal kepastian waktu kapan mereka bisa menempati pasar baru yang telah di bangun di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo ini.

“Karena menunggu lama makanya mereka datang untuk menanyakan  kapan waktunya harus pindah dan melakukan aktivitas jual beli di pasar tersebut,” ungkapnya.

Wali Kota pun menyampaikan bahwa terkait  kapan difungsikannya pasar baru tersebut tinggal penandatanganan kerja sama BUMN dalam hal ini Perum Damri bersama PT.Telkom dan Pemerintah Kota Jayapura.

Bahkan terkait surat MoU, ia mengaku sudah masuk dan lagi dilakukan pengkajian oleh Kabag Hukum Setda Kota Jayapura.

Wali Kota didampingi Wawali Ir. H. Rustan Saru, MM dan sejumlah pimpinan OPD saat
memberikan memberikan penjelasan dan arahan kepada puluhan Mama Papua
  
“Jika Kabag Hukum sudah membaca dan mengoreksinya, kalau sudah oke maka dalam waktu dekat ini saya akan panggil pimpinan BUMN Damri dan PT. Telkom untuk  segera dilakukan penandatanganan MoU  sehingga kita bisa mengatur kapan para penjual masuk pasar baru,” urai Wali Kota.

Dikatakan pula, sebelum Mama-mama Papua masuk, terlebih dahulu akan dilakukan berbagai pelatihan yang akan digelar Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja yang dikoordinir Bagian pemberdayaan perempuan.

“Mama-mama  harus ikut pelatihan itu, karena hasil dari pelatihan nanti mereka akan mendapatkan sertifikat yang nantinya menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan dari Bank Mandiri,” tandasnya.

Mengingat pelatihan itu sangat penting, maka wajib diikuti dan tidak boleh ada alasan untuk tidak ikut.

Pasar ini, lanjut Wali Kota, akan ditangani oleh Pemkot melalui Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura.

“Dan kami akan menunjuk Pelaksana Tugas Kepala Pasar sambil melibatkan SOLPAP dalam melakukan pengelolaan pasar,” cetusnya.

Wali Kota juga menegaskan jika sudah waktunya untuk penggunaan pasar baru, maka semua mama Papua yang berjualan di emperan toko harus masuk baik itu yang berjualan pepaya, pisang dan hasil kebun lainnya di depan emperan toko, akan diarahkan masuk.

“Sementara pasar pagi di Paldam hanya boleh berjualan pada pagi hari saja dan tidak boleh melanjutkan jualan di sore hari,” tegasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga