Tidak Saling Membedakan Jadi Motivasi JWW-HMS Bangun Papua

Calon Gubernur (Cagub) Papua John Wempi Wetipo (JWW) menegaskan jika dirinya termotivasi bangun Papua atas dasar tidak saling membeda-bedakan.
Share it:
JWW-HMS saat di Bandara Wamena didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun
Jayapura, Dharapos.com
Calon Gubernur (Cagub) Papua John Wempi Wetipo (JWW) menegaskan jika dirinya termotivasi bangun Papua atas dasar tidak saling membeda-bedakan.

“Motivasi saya maju dalam Pemilihan Gubernur ini karena saya ingin bangun Papua atas dasar tidak saling membeda-bedakan antara satu dengan yang lain dan menjadikan rakyat Papua yang cerdas,” tegasnya kepada Beritapapua.Dharapos.com yang ditemui dalam pesawat Trigana Air dalam penerbangan menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (8/1).

Lebih lanjut, JWW mengakui jika dulu dirinya adalah pendukung dari Lukas Enembe dan Klemen Tinal saat keduanya maju dalam perhelatan Pilkada 5 tahun silam, namun apa yang menjadi harapannya pada janji kampanye tidak terwujud.

“Karena saya inginkan bahwa Papua yang kita harapkan ke depannya ada perubahan tetapi dalam konteks kepemimpinan selama lima tahun berjalan belum sepenuhnya terjadi perubahan yang seperti yang kita idamkan,” akuinya.

Fakta inilah yang kemudian memotivasi dirinya bahwa Papua harus dibangun atas dasar tidak saling membeda-bedakan antara satu dengan yang lain.

“Dan yang terpenting kalau kita menjadi seorang pemimpin itu jangan simpan rasa dendam dan sakit hati, tetapi jadi pemimpin itu harus menjadi penyejuk bagi semua,” cetus JWW.

Pria yang masih menjabat sebagai Bupati Jayawijaya ini juga mengakui slogan “Kasih Menembus Perbedaan” itu juga belum sepenuh terwujudkan padahal itu menjadi harapan dan mimpi untuk mempersatukan semua perbedaan yang ada di tanah Papua.

Namun, kenyataannya yang terjadi adalah banyak fraksi-fraksi hingga kelompok-kelompok yang muncul karena terkesan ada perbedaan gunung dan pantai serta pendatang dan Papua yang masih dirasakan oleh rakyat.

“Saya pikir jadi seorang pemimpin itu untuk satukan perbedaan dan kita harus jadi tiang atau Bapak bagi semua orang,”  tegas JWW.

Ditambahkan pula, dalam awal perjalanan politik dirinya bersama HMS untuk maju dalam Pilgub 2018 menempuh jalan yang berlika-liku dan banyak kerikil.

Bahkan nyaris membuat keduanya sampai putus asa sehingga terkesan membuka peluang akan terjadi calon tunggal melawan kotak kosong pada Pilgub kali ini.

“Tetapi saya ingin sampaikan kepada bapak, ibu dan saudara-saudara bahwa semua ini adalah kasih dan kemurahan Tuhan sehingga kami berdua diperkenankan untuk mengambil bagian dalam pertarungan Pilgub Tahun 2018,” akuinya.

Meskipun keduanya di usung oleh PDIP, Gerindra dan dua partai lainnya, tapi hal itu tidak menjadi soal.

“Bagi kami berdua itu bukan menjadi soal terkait banyak atau sedikitnya dukungan partai politik tetapi bagaimana niat kita untuk melayani rakyat. Dan satu kesempatan yang Tuhan sudah hadirkan untuk kita, maka ini akan kita manfaatkan untuk bagaimana memberikan pembelajaran politik yang baik bagi rakyat,” tandasnya.

Ditegaskan pula bahwa rakyat hidup, harus ada pilihan dan tidak boleh tidak ada pilihan.

“Oleh karena itu, kita harus buka ruang demokrasi dan memberikan kebebasan kepada rakyat untuk memilih pemimpin yang terbaik menurut mereka,” pungkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga