BI Papua beri bantuan bagi petani bawang merah

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) resmi memberikan bantuan berupa kincir air, pembuatan embung dan sumur bor di ladang usaha pertanian bawang merah Kelompok Subur Tani di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Kamis (15/2/2018).
Share it:
Bantuan BI Papua berupa kincir angin bagi petani bawang merah di Kabupaten Keerom
Jayapura, Dharapos.com
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) resmi memberikan bantuan berupa kincir air, pembuatan embung dan sumur bor di ladang usaha pertanian bawang merah Kelompok Subur Tani di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Kamis (15/2/2018).

Pemberian bantuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Keerom serta penyuluh pertanian Distrik Skanto.

"Tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk membantu petani dalam proses penanaman dan penyiraman bawang merah, sehingga diharapkan biaya produksi bisa berkurang dan hasil produksi bisa lebih meningkat," ungkap Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua yang diwakili oleh Manajer Tim Pengembangan Ekonomi, Yon Widiyono.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Kelompok Subur Tani yang telah mengelola dan memanfaatkan seluruh bantuan yang diberikan oleh BI sehingga produksi bawang merah terus meningkat setiap tahunnya.

”Diharapkan ke depan bawang merah hasil produksi Kabupaten Keerom dapat membantu mengendalikan inflasi dan memberikan manfaat luas pada petani dan masyarakat Papua," harapnya.

Lebih lanjut, Widiyono menjelaskan sejak 2016 lalu, BI telah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani bawang merah Kelompok Subur Tani sehingga hasil produksinya terus meningkat setiap tahunnya.

Foto bersama usai penyerahan bantuan
Selain itu BI juga memfasilitasi untuk mengikuti pasar murah dan melakukan kunjungan belajar ke sentra bawang merah di Brebes.

Di samping melakukan pembinaan, pendampingan dan fasilitasi, Kantor Perwakilan BI Papua juga memberikan bantuan melalui PSBI berupa Alsintan, seperti hand tractor dan bantuan bibit berkualitas unggul.

Tak berhenti sampai di sini, lanjut Widiyono, BI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan melalui program hilirisasi.

Jenis hilirisasi yang dilakukan seperti pembuatan bawang goreng, saus sambal dan sebagainya.

"Program hilirisasi ini sebagai bentuk diversifikasi pertanian yang bertujuan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani," tandasnya.

Widiyono juga mengakui Keerom sebagai salah satu kabupaten di Papua yang memiliki potensi pertanian yang sangat baik dan berada tidak jauh dari Kota Jayapura sehingga memainkan peran penting dalam menjaga pasokan pangan di wilayah tersebut.

"Beberapa komoditas seperti bawang merah juga cabai tumbuh subur dan merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Keerom," tukasnya.

(Vian)
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga