Cegah KLB gizi buruk, Pemkab Lany Jaya terapkan imunisasi makanan tambahan

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Papua Tahun 2018 merupakan upaya evaluasi yang cukup baik yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan wakilnya Klemen Tinal jelang berakhirnya masa jabatan mereka.
Share it:
Sekda Kabupaten Lany Jaya, Christian Sohilait, ST, M.Si
Jayapura, Dharapos.com
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Papua Tahun 2018 merupakan upaya evaluasi yang cukup baik yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan wakilnya Klemen Tinal jelang berakhirnya masa jabatan mereka.

Berkaitan dengan Rakerda tersebut, Gubernur menekankan beberapa hal penting yang harus segera dilakukan evaluasi yang salah satunya tentang kepastian seluruh kabupaten/kota bahwa masyarakat di wilayah masing-masing tidak berpotensi alami gizi buruk.

Menyikapi itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lany Jaya Christian Sohilait, ST, M.Si dalam pernyataannya menilai hal itu sangatlah penting artinya dengan dana yang sudah dikucurkan ke kabupaten/kota maka tentu menuntut kinerja maksimal dari Bupati terhadap penggunaan anggaran dimaksud.

Apa lagi, Kabupaten Lany Jaya menjadi salah satu wilayah dari sejumlah daerah di Papua yang dinilai Gubernur masuk dalam kategori berpotensi kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk.

“Karena Lanny Jaya juga masuk dalam kategori potensi kejadian luar biasa seperti yang disampaikan oleh Gubernur Papua sehingga kita harus siap dengan melakukan imunisasi makanan tambahan,” tegasnya.

Bahkan  tak hanya  gizi buruk saja, 10 penyakit besar juga menjadi prioritas Pemda setempat untuk bisa menekan itu.

“Jadi, semua anak-anak Lany Jaya datanya kita sudah tahu, mau dia itu sekolah atau tidak, kita juga sudah mengetahuinya termasuk marga hingga daerah yang rawan terhadap gizi buruk, sudah terdeteksi oleh kami,” beber Sohilait.

Tahun ini  juga, Pemkab Lany Jaya mendapatkan program Bangga Papua yaitu membangun generasi dan keluarga sejahtera Papua.

“Dan program ini hanya ada di 3 kabupaten yakni Lany Jaya, Paniai dan Kabupaten Asmat,” sambungnya.

Dalam program ini, setiap anak usia 1 – 4 tahun mendapat pasokan dana kesehatan sebesar Rp200.000 per bulan.

“Sampai hari ini kita memiliki 5.600 anak di usia tersebut sehingga dalam setahun tahun Pemerintah Kabupaten Lany Jaya menerima kucuran dana total sebesar Rp11miliar lebih yang nantinya akan gunakan untuk menolong anak-anak khususnya dalam menangani gizi buruk mereka,” tandasnya.

Pemda, tegas Sohilait, akan melakukan pengawasan secara ketat agar program pengentasan gizi buruk tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Para Bupati juga tidak tertipu oleh kerja teman-teman staff di bawahnya,” tegasnya.

Sohilait juga mengapresiasi kegiatan Rakerda tersebut karena menjadi salah satu evaluasi yang baik yang dilakukan Gubernur Papua di akhir masa jabatannya.

(Har)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga