Curah hujan tinggi, warga Kota Jayapura dihimbau waspada

Akhir-akhir ini curah hujan di Kota Jayapura khususnya pada malam hari semakin tinggi.
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat meninjau lokasi terjadinya longsor
Jayapura, Dharapos.com
Akhir-akhir ini curah hujan di Kota Jayapura khususnya pada malam hari semakin tinggi.

Terkait itu, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menghimbau seluruh masyarakat Kota Jayapura yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk berhati-hati.

“Karena kondisi Kota Jayapura dengan jumlah penduduk yang semakin banyak dan padat mengakibatkan ketidakaturan dalam membangun khususnya pada  wilayah-wilayah yang dilarang karena rawan longsor," demikian disampaikannya usai meninjau lokasi longsor di wilayah Distrik Jayapura Utara, Rabu (14/2/2018).

Wali Kota langsung turun ke lapangan guna memantau langsung kondisi warga yang terkena imbas longsor  di belakang kantor Lurah Bhayangkara.

“Seharusnya sebelum dibangun, tebing tersebut harus dibuat terasering terlebih dahulu untuk mengatasi longsor. Dan akibatnya, berimbas kepada 8 kepala keluarga,” akuinya.

Pihaknya, lanjut Wali Kota, akan menata tempat itu namun dengan catatan masyarakat harus merelakan bangunannya dirubuhkan karena kondisinya sangat rawan longsor.

Selain itu juga, talud penahan tanah tidak begitu kuat sehingga saat hujan tadi malam terjadi longsor.

Lanjutnya, terkait penanganan longsor Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat juga telah menerjunkan tim .

Longsor juga terjadi di kompleks APO dan sudah ditangani Pemerintah kota melalui Dinas Sosial dengan memberikan bantuan langsung.

Selain meninjau beberapa lokasi longsor di Distrik Jayapura Utara, orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini  juga turun ke Kelurahan Waimhorok yang terendam air akibat curah hujan tinggi semalam.

Ia  juga meminta agar langkah awal untuk Dinas PUPR melakukan pengerukan di bantaran kali di kawasan tersebut.

”Dan kita berharap masyarakat merelakan rumahnya untuk dibongkar tempat tinggal mereka yang telah mempengaruhi akses jalan air menuju ke laut.

Wali Kota juga meminta kepada masyarakat kota yang tinggal di atas bantaran kali untuk tidak menjadikan kali tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.

Wilayah lainnya seperti di Kloofkamp, Angkasa hingga Dok V yang juga merupakan daerah padat penduduk turut menjadi sorotannya.

“Saya juga minta pemilik hak ulayat  agar saat melepas tanah bisa memperhatikan lokasinya secara baik,” tukasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga