F-PDIP tarik 3 anggota dari Pansus Pilgub Papua

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan segera menarik tiga anggotanya yang bergabung dalam Pansus Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua.
Share it:
Fraksi PDIP tarik 3 anggotanya yang bergabung dalam Pansus Pilgub Papua
Jayapura, Dharapos.com
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tarik tiga anggotanya yang bergabung dalam Pansus Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua.

Ketiganya masing-masing Eduardus Kaise, Herman Yogobi dan Lazarus Ziep.

"Alasan kami menarik anggota kami karena melihat perjalanan dari Pansus Pilgub ini dalam pertemuan-pertemuan yang dilakukan ada kejanggalan dan keberpihakan yang terlalu nampak, sehingga kami merasa resah dan kami tidak mau terlibat dalam satu tuntutan hukum yang akan merugikan kami sendiri nantinya," tegas Sekretaris Fraksi  PDIP, Mathea Mamoyao, Jumat (9/2).

PDIP, lanjut dia, awalnya percaya Pansus ini akan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Tetapi nyatanya sampai sekarang mereka bekerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kemudian permasalahan ini tidak tertutup lagi di kalangan lembaga ini tetapi sudah diketahui oleh umum sehingga kami harus menarik anggota kami," lanjutnya.

Mamoyao kemudian mencontohkan soal kronologis penerimaan berkas dari KPU kepada DPR Papua.

"Lembaga ini, saya kira kita mulai mengindahkannya, karena proses yang kita bicarakan adalah bagaimana melaksanakan UU Otonomi Khusus dan itu sudah jalan tetapi DPRP dalam hal ini Pansus Pilgub malah tidak menjalankan apa yang menjadi pekerjaan mereka," bebernya,

Kemudian lagi, KPU mempunyai wewenang untuk memverifikasi berkas yang menjadi kewajibannya.

"Karena itu, saya kira Pansus tidak perlu melakukan itu, karena mengingat hanya punya waktu 2 hari dimana ada beberapa berkas lain yang salah satunya keaslian orang Papua yang dilihat kemudian di bawa ke MRP untuk memverifikasi berkas tersebut, tetapi kenyataannya sampai hari ini tidak dijalankan," bebernya lagi.

Padahal menurut Mamoyao, jika Pansus ingin mendapat hasil verifikasi, tinggal minta saja foto kopi dari KPU selaku pihak yang melakukan verifikasi ijazah atau berkas lain yang dikatakan keaslian orang Papua kemudian diberikan kepada MRP.

"Sebenarnya MRP juga sudah tahu bagaimana proses dari bakal calon Pilgub kepada mereka, tetapi
MRP juga menunggu sampai hari ini MRP tidak menerima berkas tersebut karena masih tertahan di Pansus padahal berkas tersebut sudah diserahkan sejak 12 Januari lalu," herannya.

Dan juga KPU pasti mengetahui apa yang menjadi pekerjaan dari Pansus ini sendiri.

"Ternyata sampai hari ini semua hal tersebut tidak terjadi," tukasnya.

(Vian)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga