Komisi V DPRP temukan sejumlah persoalan di RSU Dok II Jayapura

Komisi V DPR Papua menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Jumat (2/2/2018)
Share it:
Komisi V DPR Papua menggelar sidak) di RSUD Dok II Jayapura, Jumat (2/2/2018)
Jayapura, Dharapos.com
Komisi V DPR Papua menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Jumat (2/2/2018).


Pantauan Beritapapua.Dharapos.com, sidak dipimpin langsung Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P. Mandenas, didampingi Wakil Ketua, Maria Duwitau, dan anggota komisi lainnya.

Tim mendapati beberapa fasilitas utama penunjang pelayanan di RSUD Dok II Jayapura, yang belum sesuai ekspektasi, diantaranya air bersih yang diakui mengalir hanya dua kali dalam seminggu, kebersihan terutama di toilet, dan fasilitas interior lainnya, seperti AC, kursi dan tempa tidur bagi pasien.

“Kami ke sini untuk mengecek bahwa dari usulan dalam APBD 2018 mana saja yang telah terealisasi dan mana saja yang belum, dan nyatanya ada beberapa yang telah tercover dalam usulan tambahan, namun ada juga yang belum tercover," akui Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P. Mandenas, yang dikonfrimasi seusai sidak.

Salah satunya, dalam rangka memenuhi syarat akreditasi rumah sakit ini, yang sebelumnya telah dikunjungi oleh tim penilai akreditasi rumah sakit.

Mandenas menambahkan, usulan tambahan dana sebesar Rp. 30 miliar telah dikomunikasikan dengan Ketua DPR Papua agar dapat mendorong tambahan anggaran tersebut,

"Usulan tambahan anggaran ini menggunakan izin prinsip, sehingga saya pikir Badan Anggaran
(Banggar) DPR Papua pasti setuju. Yang penting kami ingin adanya pembenahan yang dilakukan demi menunjang pelayanan bagi pasien yang berobat,” tandasnya.

Sidak juga dilakukan pada fasilitas lainnya
Komisi V DPR Papua juga, tegas Mandenas akan berkonsentrasi penuh dalam membenahi RSUD Dok II Jayapura.

Berdasarkan hasil sidak, dirinya meminta kepada Wakil Direktur RSUD Dok II Jayapura, Nancy, agar dilakukan pembenahan khusus untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam tahun ini juga.

"Saya minta segera memanggil konsultan dan membuat perencanaan untuk dipresentasikan kepada DPR Papua," desak Mandenas.

Dia mengaku pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk membenahi IGD RSUD Dok II Jayapura, yang mana terutama fasilitas interior IGD agar dapat memenuhi syarat sesuai dengan yang diharapkan tim akreditasi rumah sakit.

Untuk masalah air bersih, Mandenas juga berjanji  dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat bersama PDAM , Wali Kota dan dari pihak RSUD Dok II Jayapura, untuk mencari solusi permasalahan air bersih.

"Saya minta agar air bersih di rumah sakit harus mengalir 24 jam, karena kalau airnya jalan dalam 1 minggu hanya 2 kali saja menunjukkan rumah sakit tersebut tidak sehat dan dari sisi pelayanan tidak akan maksimal," cetusnya.

Pihaknya juga menyoroti kinerja cleaning service yang dinilainya kurang maksimal.

Oleh karena itu, saya minta harus siapkan tenaga cleaning service yang profesional dan terlatih, kemudian harus dibagi secara sift mulai pagi, siang dan malam.

"Minimal mereka harus berada 24 jam agar rumah sakit ini tetap bersih," tukasnya.

(Vian)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga