Masyarakat Mahengke Nusa diminta tak lupakan budaya asal

Masyarakat Sangihe, Talaud dan Sitaro atau yang dikenal dengan "Mahengke Nusa" di tanah Papua menggelar Pesta Budaya Tulude di Kota Jayapura, Sabtu (3/2/2018).
Share it:
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menghadiri
Pesta Budaya Tulude yang berlangsung di GOR Waringin, Kota Jayapura, Sabtu (3/1/2018)
Jayapura, Dharapos.com
Masyarakat Sangihe, Talaud dan Sitaro atau yang dikenal dengan "Mahengke Nusa" di tanah Papua menggelar Pesta Budaya Tulude di Kota Jayapura, Sabtu (3/2/2018).


Dengan mengusung tema "Mekaraki Pato Tumondo Mapia  Boleng Balang Sengkahido“ yang mengandung arti Menghendaki Usaha Kerja Berjalan Baik Gotong Royong Selalu Jadi Acuan.

Bertempat di GOR Waringin Kotaraja, acara ini menghadirkan seluruh masyarakat asal 3 daerah di Provinsi Sulawesi Utara masing-masing Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud serta Kabupaten Sitaro, yang telah lama menetap di Kota dan Kabupaten  Jayapura, serta Keerom.

Momen tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM.

Hadir pula, Ketua DPC Mahengke Nusa Kota Jayapura, Asmeth Takalumang, dan Ketua DPD Mehengkenusa  di Tanah Papua Dr. John Manangsang.

Pesta Budaya Tulude di awali dengan pemotongan kue  tamo yang merupakan kue raja atau Datu oleh tukang potong kue raja.

Selain itu turut mewarnai penampilan beragam budaya lain seperti tarian, grup terompet tradisional dan grup musik yang merupakan gabungan dari 3 wilayah S dan paduan bersama masyarakat asli Papua.

Warga masyarakat Mahengke Nusa memadati GOR Waringin Kotaraja
Wali Kota dalam pesan dan kesan yang disampaikan mengaku baru pertama kali melihat budaya orang Sangihe,Talaud dan Sitaro.

"Malam hari ini saya bisa melihat Budaya orang Sangihe,Talaud dan Sitaro yang tentunya semakin mempertegas peribahasa dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung ," junjungnya.

Wali Kota pun berpesan agar masyarakat Sangihe,Talaud dan Sitaro yang ada di Kota Jayapura tidak boleh melupakan budaya Tulude yang hari ini ditampilkan sehingga semua orang dapat melihatnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Mahengkenusa yang ada di Kota Jayapura adalah orang-orang Port Numbay ,yang telah makan dari hasil tanah dan minum air di negeri ini.

Di tanah ini ada yang sudah bekerja di birokrasi, dunia pendidikan bahkan sebagai pengusaha termasuk juga anak-anak yang telah bersekolah di tanah Port Numbay.  

"Hubungan antara orang-orang Port Numbay dengan orang-orang Sanger (Sangihe, red) itu sangat erat , tentunya di dalam menghargai keberadaan dan kebersamaan kita dengan orang-orang Sanger yang menginjakkan kaki di tanah ini teristimewa saat membawa Injil di tanah TABI," tandasnya.

Olehnya itu, pria yang sering disapa BTM ini berpesan kepada masyarakat Mahengke Nusa untuk hidup saling baku lihat, baku tolong dan baku sayang satu dengan yang lain.

Orang nomor satu di ibukota provinsi paling timur Indonesia ini pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Mahengke Nusa yang telah turut mendukung pembangunan Kota Jayapura.


(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga