Pemkot - UKSW lakukan pertemuan dengan ortu mahasiswa Program PKP3N

Pemerintah Kota Jayapura bersama pihak Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melakukan pertemuan degan orang tua mahasiswa Program Pendidikan Khusus Putra-Putri Port Numbay (PKP3N) bertempat di aula SMA Negeri 4 Jayapura, Sabtu (2/2/2018).
Share it:
Kepala Bidang SMA-SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nurhadi saat menyampaikan arahan dalam pertemuan
dengan ortu mahasiswa Program PKP3N bertempat di aula SMA Negeri 4 Jayapura, Sabtu (2/2/2018)
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura bersama pihak Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melakukan pertemuan degan orang tua mahasiswa Program Pendidikan Khusus Putra-Putri Port Numbay (PKP3N) bertempat di aula SMA Negeri 4 Jayapura, Sabtu (2/2/2018).

Pemkot dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat yang diwakili Kepala Bidang SMA-SMK, Nurhadi.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun kesepahaman terkait aturan tata tertib mahasiswa dan ke depannya akan semakin efektif dan efisien dalam pelaksanaan  program PKP3N dimaksud.

"Kita kembali menegaskan kesepahaman orang tua terkait tata tertib dan aturan yang disampaikan ulang kepada orang tua mahasiswa dan surat pernyataan orang tua bahwa mereka mendukung niat baik Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM tentu untuk menyiapkan sumber daya manusia Port Numbay  agar kelak nanti mereka menjadi pemimpin di masa depan yang cerdas, religius, berkarakter disiplin dan berdaya saing serta mempunyai leadership yang tinggi sebagai calon pemimpin yang akan datang,“ urai Nurhadi.

Saat melakukan pertemuan tersebut, lanjut dia,  para ortu mahasiswa program PKP3N Kota Jayapura di UKSW ini diberikan tata - tertib sebanyak 16 butir yang telah ditandatangani oleh Wali Kota.

"Salah satu aturan tata tertib yang kita sampaikan yakni bagi mahasiswa yang IP-nya di bawah 2.00 maka tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan-kegiatan di luar perkuliahan," ungkapnya.

Dan selanjutnya, jika  IP masih di bawah 2 secara berturut-turut selama 2 semester maka akan diberhentikan dari program beasiswa PKP3N Kota Jayapura.

Sementara itu, jumlah mahasiswa program PKP3N yang saat ini menjalani studi di UKSW Salatiga
tercatat 104 orang mulai dari 2013-2017 yang mana ada yang DO maupun terkena indisipliner.

"Aturan yang disampaikan kepada para orang tua mahasiswa PKP3N di UKSW ini bukan untuk mempersulit namun untuk membantu para orang tua sendiri agar anak-anak mereka berhasil dalam menyelesaikan studinya," tegasnya.

Ditambahkan pula, program ini diutamakan bagi para ortu yang kurang mampu tapi juga kepada siswa yang berprestasi karena mereka yang diterima tentu melalui seleksi ketat oleh para Profesor dari UKSW Salatiga.

Joan Demista, M.Cs selaku Koordinator Mahasiswa PKP3N juga menambahkan pada pertemuan dengan ortua mahasiswa PKP3N ini juga turut diserahkan pula hasil studi semester I 2017-2018 dimana 60 mahasiswa Port Numbay berhasil meraih IP di atas 3.00.

Dan di semester ini pula ada sebanyak 4 mahasiswa yang berhasil meraih IP maksimal yaitu 4,0 sementara hanya 2 persen mahasiswa yang IP-nya di bawah 2.

Menurutnya, capaian ini sungguh sangat luar biasa karena tak lepas dari dukungan Pemkot bahkan orang tua dalam memberikan suport kepada anak-anak mereka sehingga hasilnya cukup membahagiakan.

"Tentu hal ini juga merupakan hadiah bagi Pemerintah Kota Jayapura di usia ke 108 tahun dengan indeks prestasi yang cukup membanggakan," ucap Joan.

Prestasi yang membanggakan pula berhasil ditorehkan 2 orang mahasiswa Program PKP3N amasing-masing Sania Hanasbey dan Amelia.

"Keduanya berhasil meraih kesuksesan pada event nasional dalam bidang IT dan tanggal 10 Februari mendatang mereka akan melakukan presentasi di Jogjakarta," bebernya.

Prestasi ini, menjadi langkah maju bagi Pemkot Jayapura karena di awal tahun anak-anak ini sudah menorehkan prestasi yang membanggakan.

Lebih lanjut, urai Joan, dalam pertamuan kali ini para ortu mahasiswa Port Numbay telah memberikan pernyataan dan ikut menandatangani aturan.

"Kami berharap semua berjalan sesuai aturan yang ada dan jika ke depan terjadi eksekusi di lapangan maka orang tua pun telah mengetahui itu," tandasnya.

Pengakuan yang cukup membanggakan pula,  mahasiswa Port Numbay telah mendapat apresiasi dari Korem, Kodim dan Polres Salatiga.

"Bahwa anak-anak Papua di Salatiga paling tertib," tukasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga