Pilgub Papua, Pasangan "HAMBA" manfaatkan jalur Otsus

Mendasari kekhususan yang diatur dalam Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus), Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur setempat Dr. Ones Pahabol, SE, MM dan Petrus Y.Mambai.S.Pd, mendatangi kantor Majelis Rakyat Papua, Rabu (14/2/2018).
Share it:
Pasangan HAMBA saat menyerahkan dokumen kepada Ketua MRP Timotius Murib 
Jayapura, Dharapos.com
Mendasari kekhususan yang diatur dalam Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus), Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur setempat Dr. Ones Pahabol, SE, MM dan Petrus Y.Mambai.S.Pd, mendatangi kantor Majelis Rakyat Papua, Rabu (14/2/2018).

Pasangan yang mengusung jargon HAMBA ini didampingi sejumlah anggota tim sukses dan relawan.
Kedatangan dua putra asli Papua ini dengan membawa satu harapan, MRP yang merupakan lembaga kultur adat orang Papua Ini bisa memberikan rekomendasi untuk keduanya ikut bertarung di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Juni mendatang melalui jalur DPR Papua.

Pantauan media ini, setibanya di kantor MRP langsung disambut oleh beberapa anggota yang langsung mendampingi ke ruangan Ketua MRP Timotius Murib.

Pasangan HAMBA ini diterima langsung oleh Ketua, Wakil Ketua serta beberapa anggota MRP di depan pintu masuk Lantai I.

Keduanya langsung menyerahkan dokumen kependudukan warga sebagai peserta pemilu dari Kabupaten Yahukimo.

Terkait itu, Ketua MRP Timotius Murib membenarkan kedatangan salah satu pasangan bakal calon Gubernur dan Wagub Papua atau HAMBA guna menyampaikan aspirasi serta menyerahkan dokumen kependudukan.

"Dan kami sebagai lembaga kultur adat, menerima semua aspirasi baik dari adat perempuan, pemuda dan masyarakat. Dan kami akan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku di Majelis Rakyat Papua," janjinya.

Murib mengakui, mekanisme pendaftaran bakal calon telah dibuka dan di verifikasi administrasi faktual oleh KPU Papua dan seterusnya diserahkan ke DPRP dan oleh DPRP kepada MRP.

Untuk calon independen sesuai mekanisme yang berlaku, Majelis Rakyat Papua akan melihat, memutuskan serta menyampaikan secara tertulis kepada pasangannya HAMBA.

"Dan waktu yang kami berikan adalah 5 hari untuk nantinya memberikan jawaban tertulis kepada pasangan HAMBA terkait verifikasi keaslian orang Papua saja baik itu yang diserahkan oleh DPR Papua maupun bakal calon dari jalur independen," urainya.

Lanjut Murib, tugas MRP hanya memberikan pertimbangan dan persetujuan terkait dengan keaslian orang Papua.

"Jika benar dokumen keaslian orang Papua maka Majelis Rakyat Papua akan menyerahkan secara resmi kepada DPR Papua dan juga kepada pasangan HAMBA," lanjutnya.

Ditambahkan pula bahwa dari aspirasi dan semangat, pasangan HAMBA berharap dapat masuk dari jalur adat dan pihaknya menyambut baik niat itu.

"Namun karena ini merupakan agenda nasional dan semua calon harus mengikuti mekanisme diatur oleh undang-undang. Kalaupun ada perubahan yang dilakukan dengan adanya UU Otonomi khusus maka kami menyambut baik tapi tetap mengacu kepada mekanisme yang berlaku," tandasnya.

Murib menegaskan bahwa MRP dalam kewenangannya hanya khusus memverifikasi dokumen keaslian orang Papua pada calon Gubernur dan Wagub. '

"Kami tidak memverifikasi administrasi lainnya," tegasnya.


(Har)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga