Wali Kota kecewa sejumlah pimpinan OPD tak ikut Seleksi Terbuka JPTP

Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura kini memasuki tahap II setelah lebih kurang 39 orang lolos dalam seleksi tahap I.
Share it:
Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura
kini memasuki tahap II setelah lebih kurang 39 orang lolos dalam seleksi tahap I
Jayapura, Dharapos.com
Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura kini memasuki tahap II setelah lebih kurang 39 orang lolos dalam seleksi tahap I.


Seleksi yang berlangsung di aula kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura, Jumat (9/2/2018)  dibuka oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM.

Wali Kota seusai pembukaan, mengakui jika dirinya menginginkan birokrasi yang handal, profesional dan disiplin tinggi serta memahami tugas pokok dan fungsi untuk melayani masyarakat dengan baik.

Dan tes seleksi ini juga berlangsung secara terbuka untuk umum termasuk pimpinan OPD juga harus menjalaninya.

"Sayangnya dari wajah-wajah yang mendaftar terlihat hanya beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah saja padahal semuanya harus wajib untuk mengikuti tes seleksi," akuinya.

Dikatakan Wali Kota, perlu dipahami secara jelas bahwa tes seleksi ini bukan masalah senang ataupun tidak senang namun mengacu pada aturan dalam hal ini UU Nomor 5 Tahun  2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

Karena itu, Wali Kota mengaku kesal karena sebagian pimpinan  OPD tidak mendaftar untuk mengikuti tahapan seleksi ini.

Ia juga mendorong Pansel untuk menuntaskan proses seleksi ini mengingat pada 23 Februari mendatang sudah harus dilakukan pelantikan pimpinan OPD yang lolos dari seleksi ini.

"Karena kita sudah harus memulai dengan program kerja tahun anggaran 2018," dorong Wali Kota.

Lanjutnya, setelah dilakukan pelantikan pimpinan OPD yang baru akan dilanjutkan dengan pelantikan pejabat eselon III dan IV  di lingkup Pemkot Jayapura.

Asisten Komisioner Komisi ASN, Anton Sumarianto  juga mengatakan seleksi ini menekankan pada aspek kompetensi, kualifikasi, kinerja dan integritas yang tentu melalui proses pendidikan dan pelatihan.

Foto bersama seusai pembukaan seleksi tahap II
"Karena yang mengikuti tes seleksi ini merupakan calon pejabat atau pimpinan tinggi sehingga 
mereka harus mengetahui tentang kompetensi mereka untuk menjadi pejabat pimpinan tinggi dalam rangka membantu pejabat pembinaan kepegawaian," tandasnya.

Sementara untuk pejabat yang menjabat minimal 2 tahun, sesuai dengan amanat PP dapat dilakukan mutasi rotasi.

"Setelah 2 tahun dilakukan evaluasi karena kalau dalam jabatannya baik maka diteruskan begitu pula dengan pejabat yang sudah 5 tahun, di evaluasi kembali. Dan apabila Wali Kota atau Gubernur masih memakainya maka dia di berikan surat keputusan perpanjangan jabatan," terangnya.

Namun jika tidak, maka akan dilakukan pindah jabatan tapi tidak boleh dinonjobkan kecuali yang bersangkutan melanggar aturan hukum.

Sementara itu, Kepala BPPK Kota Jayapura Dr. Robert Betaubun, M.Pd mengakui peminat yang banyak mengikuti seleksi ini adalah pada Dinas Kesehatan, Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Kampung.

Sedangkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta 8 OPD lainnya bervariasi.

"Yang hanya satu peminat adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," akuinya.

Betaubun menambahkan seleksi mutasi dan rotasi ini hanya diikuti ASN di lingkup Pemkot Jayapura.

"Sedangkan seleksi JPTP yang kita lakukan secara terbuka untuk seluruh Papua, yang mendaftar melalui online ataupun datang langsung ke Sekretariat sebanyak 7 orang. Dan Komisi ASN langsung memantau seleksi ini," tukasnya.  


(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga